Evaluasi Kinerja Pejabat di OKI

 222 total views,  2 views today

Ilustrasi PNS

Ilustrasi PNS

KAYUAGUNG I KS-Bupati dan Wabup OKI Iskandar SE-M Rifa’i SE akan mengevaluasi kinerja seluruh pejabat di jajaran Pemkab OKI dalam waktu 2 hingga 3 bulan ke depan. Bila ada pejabat yang tidak bekerja maksimal akan dilengserkan dan sebaliknya.

Demikian ditegaskan Iskandar saat menyerahkan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2014 kepada seluruh kepala SKPD di jajaran Pemkab OKI, Senin (20/1) di BPBS II Kantor Bupati OKI.

Dikatakan Iskandar dihadapan seluruh pejabat kepala SKPD, ia meminta agar tidak was-was dan ketakutan dalam melaksanakan tugas sehari-hari meskipun kinerjanya sedang dipantau dan dievaluasi bupati dan wabup OKI. Iskandar meminta seluruh pejabat tetap melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab dan profesional.

“Tantangan ke depan semakin berat dan kita harus mengembannya. Jika ada pegawai yang tidak siap dan tidak mampu, maka akan kita ganti,”cetus Iskandar sembari mengatakan dirinya tidak akan terburu-buru dalam mengganti posisi jabatan seseorang.

“Saya akan mengavaluasi kinerja setiap pejabat secara realistis, rasional dan tidak berlebihan. 2 sampai 3 bulan ke depan akan dievaluasi, jadi tunjukkan kinerja sebaik-baiknya. Peran aktif dan kerjasama yang baik dari setiap stakeholders akan menentukan terlaksananya berbagai kebijakan yang yang kita buat,” tegasnya.

Iskandar juga menegaskan kepada seluruh pimpinan SKPD agar dalam menyusun program kerja pembangunan agar mengurangi pembanguan fisik yang bersifat mercusuar, sebab saat ini sudah saatnya program pembangunan yang dilaksanakan harus dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Namun sebelum dan saat acara tersebut, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) pimpinan Kasat Pratama Suryadi SP terlihat over akting. Acara penyerahan DIPA tersebut layaknya dihadiri pejabat tinggi negara sekelas menteri bahkan presiden sehingga awak media sulit untuk masuk ruangan.

Seluruh wartawan yang hendak masuk ke ruang BPBS II Kantor Bupati OKI melalui pintu utama, dilarang oleh Kasat Pol PP Pratama SP dan bawahannya. Begitupun pintu kedua sudah tertutup dan dijaga ketat oknum Pol PP, wartawan dilarang masuk tanpa alasan yang jelas.

Saat wartawan hendak masuk lewat pintu masuk samping, situasinya tidak memungkinkan karena ruangan sudah penuh tamu undangan yang datang bahkan mereka hingga duduk di luar pintu samping itu hingga ke teras/anak tangga.

“Ini perintah atasan kami,”ungkap salah satu oknum Pol PP yang bertindak sebagai provost yang menjaga pintu debat dan sempat berdebat dengan beberapa wartawan yang hendak masuk.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster