Butuh 3,5 jam Untuk Tempuh 32km

 307 total views,  2 views today

Akses jalan dari Talang Ubi menuju Semangus akan rusak parah bila musim hujan seperti ini.

Akses jalan dari Talang Ubi menuju Semangus akan rusak parah bila musim hujan

-Menuju Kantor Camat

PALI | KS-Tinginya curah hujan yang turun di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam beberapa hari terakhir membuat jalan di Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal PALI, kondisinya memprihatinkan.

Warga harus berpikir ulang bila hendak ke kecamatan untuk mengurus berbagai macam keperluan. Akses jalan dari Talang Ubi menuju Semangus akan rusak parah bila musim hujan seperti ini.  Meskipun jarak normalnya hanya 32km, namun harus ditempuh selama 3,5jam.

“Tadi berangkat dari rumah pukul 7.15 Wib, tapi sampai di Talang Ubi pukul 11.00Wib siang,” kata Sulaiman, Sekdes Semangus kepada Kabar Sumatera, senin (20/1).

Sulaiman sengaja datang ke kantor camat untuk mengurusi administrasi warganya. Ia membawa tumpukan berkas kependudukan untuk keperluan pembagian raskin.

“Kalau tidak penting, saya berpikir ribuan kali mau ke Talang Ubi. Berurusan di kantor ini cuma setengah jam, tapi tujuh jam abis di jalan,” keluhnya.

Saat musim kemarau, Sulaiman datang ke Talang Ubi melalui jalan Talang Baru yang hanya berjarak 32km. Dari rute ini, Sulaiman hanya butuh waktu 45 menit untuk datang ke kantor camat.

Namun saat musim hujan, dirinya harus memutar melalui perkebunan hutan tanaman industri milik PT MHP. Itupun dibeberapa titik masih ada yang rusak. Tapi tidak parah.

“Kalau musim hujan begini, kami tidak berani lewat Talang Baru. Bisa tujuh hari tujuh malam baru sampe. Jalannya lebih parah dari kubangan kerbau,” kata Sulaiman.

Hal ini diakui oleh Ardiansyah, kepala Desa Semangus. Menurutnya, kondisi jalan ini sudah sangat parah. Ia selaku kepala desa bukan tidak ada upaya.

Sudah beberapa kali meminta kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi untuk memperbaiki jalan menuju desanya. Namun tetap saja kondisi jalan disitu rusak parah.

“Sudah seringkali bahkan tidak terhitung kami minta jalan kami dibagusi, tapi tetap masih cak inilah. Mudah-mudahan, dengan adanya PALI, jalan kami akan diperbaiki. Kalau selama ini payah. Buktinya dulu, saat ada perbaikan oleh pemerintah kami justru dipermainkan kontraktornya,” ungkap Ardiansyah.

Desa Semangus tidak sendirian diwilayah itu. Terdapat Desa Benakat Minyak dan Desa Sungai Baung berada diwilayah itu yang mengalami hal serupa.

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah
 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster