60 Persen Lurah Mangkir

 289 total views,  2 views today

LAHAT KS-Rapat Pemerintah Daerah (Pemkab) Lahat yang dipimpin Asisten II membahas tentag antisipasi banjir, berjalan alot dan sukses, namun dibalik itu yang seharusnya dihadiri seluruh lurah nyatanya dihadiri Kadis PU Bina Marga, PU Cipta Karya, Kadispengsarsikot. Ada 60 persen lurah mangkir dalam rapat ini. Senin (20/1).

Kali ini, Bupati Lahat melalui Asisten II berharap agar tempat rawan banjir seperti Pasar Bawah, Pasar Lama, Talang Jawa dan lainnya dapat teratasi sebelum banjir melanda lahat ini.

Di mana posisi kelurahan Bandar Agung, Perumahan Grand Vill hingga sekarang untuk penggunaan dan realisasi saluran aik apul sudah ada solusi. Akan tetapi di perumahan tiara belum teratasi, sebab saluran air apul sudah dijadikan rumah warga, sehingga luapan air apul keluar dan memasuki perkarangan warga setempat.

Selain keluhan Kelurahan Bandar Agung, Bandar Jayapun mempunyai keluhan yang hampir sama, dimana saluran irigasi di seputaran kantor lurah tidak ada dan air apulpun sudah terpenuhi oleh batu, sampah, serta tanah, hal ini membuat lurah Bandar Jaya berharap kepada PU untuk mengerok kembali sebelum tanah yang terbawa arus air sebelum menumpuk dan memenuhi saluran air apul.

Kelurahan Talang Jawa Selatan juga memberikan informasi di rapat tersebut yakni dimana, masalah banjir Kelurahan Talang Jawa Selatan dan Utara telah melakukan melakukan kerja bakti dengan membuka tutup saluran air apul, disana ditemukan banyak sampah dan pasir yang telah menumpuk, yang menjadi masalah sekarang daerah didepan Panti Asuhan dan RT.O6 Kelurahan talang jawa selatan masih banjir jika curah hujan tinggi sebab saluran siring warga kecil tidak sesuai dengan volume hujan.

Luapan masing-masing kelurahan ini menjadi PR bagi pemkab guna mengatasi banjir yang selalu menghantui warga selama ini ketika musim hujan, hal ini diutarakan oleh Asisten II didepan lurah sesudah masing-masing lurah memberikan penjelasan.

Menyikapi ini, Herman Oemar Kepala Dinas PU Cipta Karya Lahat mengatakan, sejauh ini penelusuran yang dilakukan tersumbatnya air apul itu yang pertama terjadi di perumahan PLN, apalagi sejak 2002 sudah dilakukan pembongkaran.

“Sudah 12 tahun saluran air apul disana belum dibongkar kembali, dan nanti kami akan berusaha memperbaiki itu semua, disamping itu untuk air larangan yakni yang ada dari perumnas sage sampai griya repari serta kota raya tidak terjadi masalah,” katanya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Lahat Ir Lodik Sitompul menjelaskan, sampah jangan dibuang sembarangan, dan saluran primer supaya dibesarkan, sehingga air tidak meluap kejalan atau kerumah warga.

“Slluran primer adalah saluran akhir dari siring warga, makanya harus dibesarkan, disamping itu juga, diharapkan warga jangan membuang sampah sembarangan sehingga tidak membuat air apul tersumbat,” harapnya agar lurah menjelaskan ini kepada masyarakat.

TEKS                   : JUMRA ZEFRI

EDITOR             : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster