Tol Kayuagung-Jakabaring Segera Dibangun

 284 total views,  2 views today

Hatta Rajasa Menteri Koordinator Perekonomian

Hatta Rajasa Menteri Koordinator Perekonomian

KAYUAGUNG I KS-Pembangunan jalan tol khususnya Kayuagung-Jakabaring harus dimulai 2014. Ungkapan ini disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, usai meresmikan Masjid Raya At-Tohirin di Desa Jejawi, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),  Ahad (19/1).

Lanjut, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, seharusnya jalan tol itu sudah bisa dimulai pembangunannya tahun 2013, namun karena masih ada masalah administratif maka pembangunan ditunda.

“Kita dari pemerintah pusat sudah menganggarkan sebanyak Rp 5 triliun untuk tol Kayuagung hingga Banyuasin senilai Rp  2 triliun pada 2013. Maka, tahun 2004 sebanyak Rp 3 triliun,” beber Hatta Rajasa.

Disampaikannya, khusus untuk proyek Tanjung Api-api (TAA) sudah memenuhi syarat. Bahkan, soal tumpang tindih lahan telah diselesaikan dengan Dinas Kehutanan.

“Nanti diharapkan kawasan TAA itu akan di jadikan kawasan ekonomi khusus. Saat ini kita sedang bekerja keras untuk memasukkan industri dari Taiwan, Korea, dan sebagainya agar kawasan TAA jadi kawasan industri baru. Kita juga sudah bicara dengan Pelindo untuk segera membangun pelabuhan. Jangan  menunggu-nunggu tol nanti terlambat dan Pelindo sudah setuju,” jelasnya.

Sementara itu Bupati OKI Iskandar mengatakan bahwa terhambatnya pembangunan jalan tol  Kayuagung-jakabaring itu karena adanya pergantian Investor.

”Pembangunan jalan tol itu tinggal kesiapan investor saja. Sebelumnya investor dari Malaysia menyatakan siap, ternyata belakangan mundur karena terkendala keuangan. Ya, terpaksa investor lokal mencari investor baru,” katanya.

Kata Iskandar, pihaknya kini sudah bekerja keras untuk proses pembangunan jalan tol Kayuagung-Jakabaring dan Kayuagung-Lampung. Ini dibuktikan dengan selesainya proses pembebasan lahan. Untuk diketahui bahwa Jalan tol Kayuagung – Jakabaring dibangun sepanjang 34 kilometer akan
dibangun dalam empat lajur sepanjang 33 km dan lebar 50 meter.

“Juga akan dibangun pintu tol di Simpang Susun (SS) SP Padang STA 13-300, SS Jejawi STA 23 + 950 dan SS Jakabaring STA 35 + 300 dan barier gate di Kayuagung,” ungkapnya..

Kepala Bappeda Oki Abdul Hamid menyampaikan, untuk pembangunan jalan tol Lampung – Palembang yang akan dilaksanakan tahun depan, disepakati bahwa pemerintah akan bekerjasama dengan perusahaan Korea untuk mengerjakan proyek tol.

Proses gantirugi lahan warga, kata Abdul Hamid, masih terus dibahas untuk mencari solusi terbaik.

“Dalam proses gantirugi lahan warga, tentu harus melalui proses yang panjang mulai dari mendata  jumlah persil lahan yang diganti rugi, selain itu juga harus di bahas berapa besaran gantiruginya, disusaikan dengan NJOP dan harga pasaran,” kata mantan Kepala Inspektorat OKI ini.

Menurutnya, soal berapa besaran ganti rugi, saat ini pihaknya belum bisa berkomentar lantaran masih dibicarakan dengan pihak konsultan.

“Kita belum tahu besarannya dan luas lahan yang akan dibebaskan karena kita juga masih mencari jalan alternatif untuk hal ini, dan perlu dibicarakan lagi dengan konsultan,” ujarnya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster