Sumsel Hanya Daerah Transit

 165 total views,  2 views today

Ilustrasi Bandara

Ilustrasi Bandara

PALEMBANG, KS-Kantor Imigrasi Klas I Palembang menilai, keinginan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Kota Palembang dipastikan bukan untuk menetap. Hampir seluruh WNA yang beraneka ragam status tersebut, hanya menganggap metropolis sebagai tempat persinggahan atau daerah transit sebelum melanjutkan ke daerah lain.

Kendati demikian, kian banyaknya peluang investasi yang terus berkembang di Palembang, bukan tidak mungkin pemikiran WNA tersebut berubah pikirannya, dan menjadikan ibu kota Provinsi Sumsel ini, sebagai lokasi strategis untuk menanamkan modal dan bekerja.

“Sumsel, khususnya Palembang bukan sebagai tujuan. Mereka justru lebih tergiur untuk ke daerah di Pulau Jawa ketimbang menetap di Palembang,” kata Kepala Kantor Imigrasi Klas I Palembang, Saffar M Godam, kemarin.

Menurutnya, penilaian ini diketahui setelah tertangkapnya sejumlah WNA yang berhasil dijaring petugas Imigrasi, di sejumlah tempat. Pihak Imigrasi berhasil memulangkan (deportasi) setidaknya 21 WNA yang masuk ke Indonesia, melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

“Mereka kita tangkap dengan sejumlah kasus, mulai dari tidak memiliki dokumen yang yang lengkap, tidak mampu memberikan keterangan yang benar untuk mendapatkan paspor RI, penyalahgunaan izin serta melanggar izin batas tinggal. Sebagian besar mereka tidak ada yang bermukim di Palembang,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut lanjutnya, mayoritas berkewarganegaraan Pakistan yakni berjumlah 12 orang. Sedangkan sisanya dari Malaysia empat orang, India tiga orang, Afganistan satu orang dan Cina (RRC) satu orang.

“Kita juga mendapatkan laporan, jika WNA yang datang pencari suaka ke negara lain dan terkadang Indonesia menjadi zona perlintasan. Mereka kita jaring di Bandara SMB II, saat hendak berangkat,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Kota Palembang belum menjadi alternatif sejumlah pebisnis ketimbang daerah lain seperti Medan dan Batam. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan jika WNA yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja (Tenaker) asing, bisa saja bekerja di daerah yang masih berada di Sumsel.

“Prabumulih, Muaraenim serta Lahat misalnya. Potensi bisnis di daerah tersebut cukup baik dan memang membutuhkan tenaga-tenaga asing yang sulit ditemukan di Indonesia,” ucapnya.

Hal yang sama juga ditegaskan Kepala Seksi Wasdakim Imigrasi Palembang, Jompang. Ia menambahkan, terjaringnya sejumlah WNA tersebut, selain bekerja sama dengan pihak Bandara, juga diketahui berdasarkan laporan dari masyarakat yang kebetulan curiga melihat gerak gerik mereka.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster