PT MHP : Kami Minta Perusahaan Lain Ikut Partisipasi

 341 total views,  2 views today

Salah satu angkutan PT MHP saat melintas di Simpang Raja Kelurahan Handayani Mulia Kecamatan Talang Ubi

Salah satu angkutan PT MHP saat melintas di Simpang Raja Kelurahan Handayani Mulia Kecamatan Talang Ubi

-Perbaikan Infrastruktur

PALI | KS-Menurunnya jumlah produksi yang dialami PT Musi Hutan Persada (PT MHP), ternyata berimbas pada tanggung jawab pemeliharaan jembatan dan ruas Jalan  Simpang Belimbing – Talang Ubi sepanjang 25 km, yang merupakan pintu masuk Kabupaten Penkal Abab Lematang Ilir (PALI).

Meski merupakan tanggung jawabnya, namun PT MHP meminta perusahaan yang juga kerap melintas di jalan tersebut untuk tutut berpartisipasi memelihara jalan dan jembatan tersebut.

“Kami akui, pemeliharaan jalan itu menjadi tanggung jawab kami,” kata Taufan Syarif, Manajer Legal PT MHP, Sabtu (18/1).

Menurut Taufan, perusahaan yang menggunakan jalan itu bukan hanya PT MHP. “Jalan itu bukan cuma dipakai PT MHP. Ada perusahaan batubara dan perusahaan perkebunan sawit juga,” ujarnya.

Perusahaan batubara yang dimaksud Taufan adalah PT Energate Prima Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Setiap hari, perusahaan ini mengangkut puluhan ton batubara melalui ruas jalan Simpang Belimbing – Talang Bulang.

Kemudian ada juga PT Suryabumi Agrolanggeng yang mengangkut CPO (crude palm oil) dari Simpang Tais menuju Simpang Belimbing. “Kami hitung sedikitnya 50 truk tangki CPO melintas dijalan itu. Belum lagi angkutan rig milik kontraktor pertamina,” tuturnya.

Karena itulah, Taufan berharap beberapa perusahaan besar itu hendaknya ikut berpartisipasi memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak.

“Apalagi produksi kami saat ini menurun. Tahun 2013 saja, produksi kami cuma 500.000 ton. Padahal normalnya 2 juta ton pertahun,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, menurut dia, sudah selayaknya beberapa perusahaan besar itu ikut berpartisipasi. “Apalagi untuk kepentingan masyarakat luas yang turut menggunakannya” tukas dia.

Namun demikian, Taufan mengakui PT MHP sudah menandatangani kesanggupan melakukan pemeliharaan jalan tersebut. “Kami akui kami sudah menyanggupi kesediaan memelihara jalan itu. Kami tidak lupa dengan kesepakatan kami dengan warga. Tapi kondisi sekarang kan berbeda. Seharusnya, ada kebijakan untuk melibatkan perusahaan lainnya,” tambah Taufan.

Taufan berharap, beberapa perusahaan itu dikumpulkan dan masalah ini dibawa kedalam rapat. Dan dibahas bersama oleh perusahaan itu dengan difasilitasi Pemkab PALI.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terdapat dua jembatan dan satu gorong-gorong terancam ambruk. Dikhawatirkan, bila fasilitas itu ambruk akan membuat Kabupaten PALI akan terisolir. Karena ketiga fasilitas itu terletak diruas jalan yang menjadi pintu masuk Kabupaten PALI.

Jembatan yang rusak itu adalah Jembatan di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi dan Jembatan Rohul di Desa Darmo Kasih Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim. Sedangkan gorong-gorong yang rusak terletak didepan Musholah Al Fauzi Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi.

Pantauan wartawan, Gorong-gorong di Simpang Raja kerusakannya sangat parah. Gorong-gorong tersebut sudah amblas. Bahkan menyisakan lubang yang menganga. Saat ini lubang itu hanya ditimbun batu koral.

Selain itu,  Jembatan Rohul. Jembatan yang terbut dari pipa ini, beberapa bagian pipanya sudah patah. Sewaktu-waktu bisa jebol.

 

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster