Penyandang Cacat Boleh Didampingi

 142 total views,  2 views today

pemilu

*Saat Pencoblosan di Pileg

PALEMBANG, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU), memberlakukan aturan khusus untuk pemilih yang berstatus penyandang cacat atau kaum disabilitas. Mereka diperbolehkan, untuk didampingi saat masuk ke dalam bilik suara dan menggunakan hak pilihnya saat Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April mendatang.

Hal itu menurut Komisioner KPU, Sigit Pamungkas, dilakukan agar kaum disabilitas tetap menggunakan hak pilihnya. “Pada Pileg, penyandang cacat akan dibantu pendamping. Dimana pendampingnya bisa dari petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) atau keluarga yang terverifikasi kebenarannya,” kata Sigit yang dibincangi disela-sela memberikan memberikan orientasi tugas pokok anggota KPU kepada 75 anggota KPU se- Sumsel di Hotel Grand Zuri, Palembang,  kemarin.

Dikatakan Sigit, KPU tidak mengakomodir alat bantu pada Pileg, dikarenakan terdapat banyak caleg yang ada disurat suara sehingga menyulitkan penyandang cacat dalam memilih. Sementara pada pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) kaum Disabilitas tersebut akan menggunakan alat bantu tersendiri yaitu templat coblos surat suara dalam bentuk gambar atau huruf braill. “Templat hanya menyangkut Pilpres, kalau Pileg tidak bisa karena banyak jumlah calegnya,”ujar Sigit.

Dikatakan Sigit, penyebaran templat tersebut akan diprioritaskan terlebih dahulu ke daerah yang sulit di jangkau. “Templat, nanti dicetak oleh KPU dan penyebarannya nanti diprioritaskan terlebih dahulu daerah yang sulit dijangkau, nanti Provinsi tersulit dulu,”ungkapnya.

Ditambahkan Sigit, dalam masalah templat ini penyandang cacat sebagian sudah tahu dan mengerti menggunakannya, sehingga sosialiasinya akan diberikan terkait capres-capresnya. “Sosialisai nanti langsung ke pemilih. Kalau templat mereka sudah tahu,”tandasnya.

Sementara, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, siap mengawasinya, dan apabila ada pendamping yang mengarahkan untuk memilih calon tertentu akan ditindak. “Memang benar pada Pileg ini, penyandang cacat akan didampingi petugas, tapi pendampingnya dilarang memberitahukan pilihannya, karena jika mengarahkan memilih calon tertentu bisa dipidana,”tukasnya.

 

TEKS               : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster