Pembangunan Kebun Raya Dipercepat

 163 total views,  2 views today

Taman Wisata Punti Kayu Ramai Pengunjung.

Taman Wisata Punti Kayu

PALEMBANG, KS-Pembangunan Kebun Raya Sumsel, diharapkan bisa segera dipercepat karena bisa menghasilkan pusat konservasi tanaman obat lahan basah. Selain sebagai tempat riset, kebun raya tersebut, juga bisa sebagai sarana tempat rekreasi keluarga dan masyarakat secara umum.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Sumatera Selatan (Sumsel), Dr Ekowati Retnaningsih ketika rapat di Bina Praja Pemprov Sumsel, kemarin.

Menurut Ekowati, berbagai cara untuk mempercepat pembangunan kebun raya yang akan di bangun di Inderalaya itu, sudha dilakukan.  “Pembangunan Kebun Raya Sumsel nantinya sebagai konservasi tanaman yang ada di wilayah Sumsel, selain itu sesuai dengan fungsinya akan ada pusat riset, pendidikan serta disediakan tempat rekreasi keluarga,” bebernya.

Ia menambahkan, pembangunan kebun raya ini sebenarnya sudah cukup terlambat, mengingat hal ini sudah dicanangkan Presiden RI sejak tahun 2004 silam, yang mengharuskan setiap daerah memiliki kebun raya.

“Dibilang terlambat bisa jadi, namun apa salahnya kalau kita tetap mencoba dan mewujudkannya dengan segera mungkin. Sebetulnya sudah sejak dulu dicanangkan, namun selama ini belum ada respon dari daerah-daerah. Dalam UU No 93 Tahun 2011 tentang Percepatan Pembangunan Kebun Raya, diharapkan dapat menjadi pemicu pembangunan kebun raya Sumsel,” terangnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, saat ini di Indonesia sendiri baru sedikit yang memiliki kebun raya diantaranya yakni, Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, dan Eka Karya. “Walaupun demikian, Kebun Raya Sumsel nantinya sedikit berbeda dengan kebun raya lain, karena Kebun Raya Sumsel ini, menjadi pusat konservasi tanaman obat lahan basah,” urai Ekowati.

Sementara itu Plt Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman mengatakan konsep pembangunan Kebun Raya Sumsel akan mengacu pada Kebun Raya Guangxi di China. Di negeri tirai bambu itu, Kebun Raya Guangxi menjadi museum obat herbal.

Konsep inilah sambungnya, yang diinginkan Sumsel. Nantinya jika terealisasi, Kebun Raya Sumsel akan menjadi pusat untuk tanaman-tanaman obat lahan basah. Untuk lokasinya sebut dia, akan dibangun di Indralaya. Disana sudah tersedia lahan seluas 100 hektar, yang terdiri lahan basah dan kering.  “Kita meminta partisipasi, dari seluruh pihak dalam percepatan pembangunan Kebun Raya Sumsel ini, agar dapat segera terwujud,”  tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster