Pegadaian Bukukan Pendapatan Rp 350Miliar

 153 total views,  2 views today

Pegadaian

Pegadaian

PALEMBANG KS-PT Pegadaian Cabang Palembang mencatat sepanjang tahun 2013 berhasil membukukan pendapatan mencapai 350miliar, naik bila dibandingkan dengan omzet tahun 2012 lalu mencapai Rp280miliar. Pencapaian omzet tersebut lebih didominasi penyaluran kredit cepat aman (KCA) menyentuh persentase 90%.

“Ada tiga instrumen kredit di Pegadaian. Namun rata-rata masyarakat di Palembang lebih memilih pinjaman secara konvensional yakni KCA dengan agunan perhiasan, kendaraan. Untuk pinjaman dananya pun minimal Rp100.000 hingga Rp500juta. Disusul dengan kredit mikro 6% dan kredit sistem angsuran gadai (krasida),”kata Pjs Pemimpin Cabang Pegadaian Palembang, Kusnadi, beberapa waktu lalu.

Sementara untuk kredit mikro cukup mengagunkan BPKB sepeda motor maupun mobil. Kredit ini dikhususkan bagi pengusaha mikro dengan minimal nilai pinjaman Rp3juta-Rp100juta dengan bunga 1% per bulan.

Begitu pula untuk krasida, lanjut dia, barang yang diagunkan siap ditinggalkan ditempat (Pegadaian) dan mengangsur setiap bulan. Untuk taksiran pinjaman minimal Rp1juta hingga Rp100juta dengan bunga 1,3% per bulan.

“Pangsa pasar Pegadaian ini sebenarnya bukan tertuju pada pengusaha kelas atas, melainkan masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil dan menengah. Seiring dengan pertumbuhan penduduk setiap tahun, kami tetap optimis pasar Pegadaian tetap ada,”terangnya.

Meski ditahun 2014 harga dari sejumlah komoditi Sumsel seperti karet dan sawit terpuruk, namun pihaknya tetap optimis pasar Pegadaian tetap cemerlang dan menjanjikan.

Dia mengaku ditahun 2014 ini masih tengah menyusun strategi untuk meningkatkan pendapatan maupun melakukan berbagai ekspansi dan terobosan demi mendongkrak pendapatan diterima.

“Biasanya ada moment tertentu yang menopang pertumbuhan pendapatan diantaranya menjelang tahun ajaran baru, mendekati Lebaran Idul Fitri dan tentunya ketika masyarakat memerlukan uang mendesak. Pilihan akhir ialah mendatangi Pegadaian. Cukup dengan surat keterangan usaha dari kades setempat, fotocopy KTP dan membawa perhiasan langsung diproses,”ucap Kusnadi.

 

TEKS      : ROMI MARADONA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster