Irigasi Terancam Jebol

 204 total views,  4 views today

 

PAGARALAM KS-Tingginya intensitas hujan yang kerap mengguyur kota Pagaralam dan sekitarnya, membuat sejumlah bangunan irigasi yang ada terancam jebol. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Pagaralam, Jumaldi Jani SP MM, Jumat (17/1).

Menurutnya, adanya bangunan untuk pasokan air ke areal persawahan yang berada di lereng perbukitan sangat rawan terjadi longsor. Kondisi demikian tentunya selain perlu adanya perhatian dari pihak terkait, namun juga petani harus waspada dan berhati-hati.

“Sejumlah bangunan irigasi itu, khususnya berada di kawasan hulu sungai dan saluran irigasi tersier (irigasi sawah, red) yang rentan rusak karena jebol akibat luapan air, juga longsor  semisal di Dempo Utara, Dempo Tengah dan Dempo Selatan,” ujarnya.

Lanjutnya, sejauh ini kondisi cuaca yang tak menentu dan kerap hujan seharian dengan intensitas cukup deras menjadi ancaman serius. Adapun sejumlah bangunan irigasi yang rawan terkena bencana ini seperti berada di bagian hulu, di antaranya Irigasi Muara Riben di Dempo Selatan, di kawasan Jangga, Kecamatan Dempo Tengah di sepanjang aliran sungai Selangis, Irigasi Jambat Akar di Ataran Air Salak, termasuk di Dusun Cawang.

“Saat ini memang belum ada laporan ada kerusakan irigasi. Meski begitu beberapa lokasi irigasi masih ada yang rawan rusak akibat jebol ataupun tertimpa longsor,” tambahnya.

Imbas kerusakan bangunan ini, kata Jumaldi, membuat petani cemas. Pasalnya, pasokan air berkurang drastis bahkan sawah terancam kering. Sehingga mengganggu musim tanam berlangsung. Kendati demikian, dirinya tak menampik faktor alam ini patut diwaspadai para petani. Tidak hanya itu, termasuk pula pihaknya mengajak para petani untuk secara intensif melakukan perawatan, jangan sampai aliran irigasi ini tersumbat.

“Jelasnya, bila terjadi kerusakan, baik itu di irigasi hulu ataupun irigasi tersier akan kita tindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. Seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah ataupun Dinas PU, jangan sampai aktivitas tanam petani terganggu, apalagi jika mengancam produksi panen petani,” sebutnya.

Terpisah, Leo (29) warga Muara Siban mengaku, beberapa lokasi saluran irigasi di daerahnya rawan tertimpa longsor seperti terdapat di hulu sungai Selangis. Lantaran lokasinya berada di bibir jurang. “Kondisinya musim hujan saat ini terancam tertimpa longsor karena kontur tanahnya labil, belum lagi lokasinya di bibir jurang. Bahkan kondisinya saat ini airnya telah merember di sela-sela dinding irigasi,” singkatnya.

 

TEKS         : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster