Harta Adik Bupati OKU Selatan Disita

 274 total views,  2 views today

Salah satu tanah milik Maulana, adik kandung Bupati OKU Selatan yang disita oleh tim penyidik Polda Sumsel. Maulana sendiri, sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pada pembangunan Jalan Jagaraga, Kecamatan Muaradua, Kabupaten  OKU Selatan | Foto: Oscar Ryzal KS

Salah satu tanah milik Maulana, adik kandung Bupati OKU Selatan yang disita oleh tim penyidik Polda Sumsel. Maulana sendiri, sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pada pembangunan Jalan Jagaraga, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan | Foto: Oscar Ryzal KS

*Senilai Rp 9,2 Miliar

PALEMBANG, KS -Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (17/1), menyita harta adik kandung Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Muhtadin Serai.

Harta milik Maulana yang disita tersebut, nilainya mencapai Rp 9,2 miliar. Maulana sendiri, sudah ditetapkan oleh Polda Sumsel, sebagai salah satu tersangka dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Jalan Jagaraga, Kecamatan Muaradua, Kabupaten  OKU Selatan.

Direktur  Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Edi Purwatmo melalui Kasubdit III Unit Tipikor Polda Sumsel, AKBP Imran Amir, ketika di konfirmasi membenarkan penyitaan itu. Adapun harta milik adik orang nomor satu di OKU Selatan itu adalah dua unit truk, tanah seluas 130 hektar dan tanah seluas 1.628 meter persegi.

“Untuk dua unit truk dan tanah seluas 130 hektar, kita sita di daerah Way Kanan, Lampung. Sementara tanah seluas 1628 meter persegi, kita sita di Muaradua,” kata Imran ketika dibincangi, kemarin.

Lanjut Imran, dua unit truk yang disita akan dibawa ke Mapolda Sumsel. Sementara dua tanah yang dimiliki Maulana, sudah dipasangi garis polisi, yang berarti tidak boleh ditempati. “Langkah ini dilakukan untuk melengkapi berkas di tahap dua. Untuk sementara, baru itu dulu yang kita sita,” kata Imran.

Irman menyebut, selain Maulana dalam perkara itu juga sudah ditetapkan dua tersangka lainnya yakni Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Burhaedi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Khairul.  “Berkas terhadap ketiganya jelas dia, sempat diserahkan ke Kejati Sumsel, namun dikembalikan karena ada yang belum lengkap,” imbuhnya.

Ia menerangkan, ketiga tersangka diduga memperkaya diri sendiri sehingga menimbulkan kerugian negara dalam pembangunan Jalan Jagaraga, yang ada di Muaradua, OKU Selatan. Proyek pembangunan jalan sepanjang 14 kilometer tersebut, yang belum selesai sudah mendapat bayaran 100 persen dari total nilai proyek, yakni sekitar Rp 35,8 miliar. Akibatnya, negara mengalami kerugian sekitar Rp 9,2 miliar.

Dijelaskannya, dalam fisik pembangunan jalan Jagara itu tidak sesuai dengan spek. Selain itu, pelaku mengurangi volume kegiatan pembangunan, yang seharusnya ada bahan seperti agret gat  A, B dan C.

Namun  saat dilakukan penyelidikan, ternyata ditemukan bahwa dalam proses pembangunannya tidak menggunakan bahan yang standar. “Bahkan hasil penyelidikan kita menemukan masih banyak kekurangan jumlah volume fisik, pembangunan hingga menimbulkan kerugian negara,” ungkapnya.

“Tersangka akan dikenakan pasal 2, 3 dan Pasal  9 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ketiga tersangka juga, akan di jerat dengan pasal 55 dan 56 KUH Pidana, bahkan kita sedang mendalami kemungkinan tersangka untuk dijerat dengan pasal pencucian uang,” tukasnya.

 

TEKS              : OSCAR RYZAL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster