Empat Pejabat PALI Turun Tangan Atasi Sampah

 303 total views,  2 views today

Plt Sekda, Amirudin Tjikmat memimpin langsung pembersihan sampah di Pasar Inpres Pendopo.

Plt Sekda, Amirudin Tjikmat memimpin langsung pembersihan sampah di Pasar Inpres Pendopo.

PALI | KS-Menumpuknya sampah di Talang Ubi, membuat pejabat tinggi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gerah. Tidak tanggung-tanggung, empat pejabat tinggi PALI turun tangan mengatasi permasalahan sampah yang membuat resah masyarakat.

Keempat pejabat tersebut yakni Drs Amirudin Tjikmat MM (Plt Sekda), Burdani Akil SH (Asisten II Setda), Drs Kusmayadi (Kepala Dinas PerindagkopUKM) dan Mukhlis Nabil BA (Sekretaris KesbangpolPP).

Pantauan dilapangan, suasana pasar inpres pun mendadak ramai. Selain empat pejabat itu, belasan petugas UPTD Kebersihan dan Pertamanan sibuk mengangkut sampah yang memenuhi jalan.

Dua unit truk sampah disiapkan untuk menampung sampah yang berserak di Pasar Inpres Pendopo. Jalur jalan pun ditutup sementara untuk memudahkan petugas mengangkut sampah kedalam truk.

“Kita sengaja turun tangan semua, untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas. Karena masalah sampah disini sangat mendesak dan penting,” kata Amirudin Tjikmat.

Pernyataan Amirudin ini menyikapi tumpukan sampah yang sudah dua minggu menumpuk. Penumpukan sampah ini karena lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak bisa diakses. Jalan menuju lokasi TPA hancur lebur setelah diguyur hujan setiap hari selama dua pekan terakhir.

Menurut Amirudin, dirinya sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk menggunakan TPA Pertamina sebagai pembuangan alternatif. Lokasinya berada di sisi jalan menuju Talang Akar.

“Sampah disini sedikitnya lima truk. Hari ini harus terangkut semua,” kata Mukhlis Nabil, Sekretaris KesbangpolPP. Sebelum menjabat di KesbangpolPP, Mukhlis dikenal sebagai pejabat yang sering mengurus sampah.

Mukhlis masih mengkhawatirkan akses menuju TPA Pertamina juga sulit dilalui. Kondisi jalan yang diguyur hujan, bisa menyulitkan truk untuk masuk.

“Kita masih mencari alat berat untuk menarik truk itu kalau sewaktu-waktu terpuruk. Yang penting sekarang semuanya dimuat ditruk dulu. Baunya mengganggu warga” ujarnya.

Apa yang diungkapkan Mukhlis itu ada benarnya. Bau menyengat keluar dari tumpukan sampah itu. Maklum sudah dua minggu terendap. Meski demikian, warga tak urung untuk berlalu lalang disitu. Kebanyakan warga yang hendak berbelanja.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (PerindagkopUKM), Drs Kusmayadi membantah bila sampah yang menumpuk di pasar itu seluruhnya berasal dari pedagang yang di Pasar Inpres Pendopo.

Menurut dia, bila hanya sampah dari pedagang pasar, jumlahnya tidak sebanyak itu. “Kalau dari pedagang, tidak mungkin menumpuk banyak begini. Sampah ini berasal juga dari warga disekitar sini,” ujarnya.

Nada berbeda diungkapkan Mairil Apriyanto, tokoh masyarakat PALI. Mairil yang hadir disitu mengusulkan agar Pemkab PALI memperbanyak kontainer sampah. Sehingga saat kontainer penuh, petugas tinggal menarik kontainernya saja.

“Bagusnya bak sampah itu dibongkar saja. Diganti kontainer, jadi warga tidak lagi membuat bak. Karena kalau dibak warga main lempar saja. Lagipula dengan kontainer, petugas lebih mudah mengangkutnya,” kata Dibot, panggilan akrabnya.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster