Cabe Keriting Tembus Rp 58.000,-

 284 total views,  2 views today

Cabai

Cabai

PALI | KS-Tingginya curah hujan yang turun akhir-akhir ini, berpengaruh terhadap harga komoditi. Cabe keriting yang biasanya dijual Rp 40.000,- ikut meninggi dan tembus Rp 58.000,-.

Pantauan KabarSumatera, beberapa pedagang menjual cabe dengan harga bervariasi, mulai Rp 50.000 sampai Rp 58.000,- tergantung asal cabe tersebut.

Sari, salah satu pedagang di Pasar Inpres Pendopo mengaku menjual dengan harga Rp 55.000,- karena cabe yang dijualnya berasal dari Pagaralam. “Masih biso jual Rp 55.000,- pak. Cabe kita dari Pagaralam,” ujarnya.

Menurut Sari, cabe yang dijualnya berasal dari Pagaralam dan murah. “Sebenarnya tidak main, tapi karena cabe di Palembang naik, agen di Pagaralam ikut naik,” tambahnya.

Padahal, lanjut Sari, pembeli lebih menyukai cabe Palembang, karena bentukna lebih pipih sehingga lebih mudah digiling. “Wong lebih senang yang pipih, mudah nggilingnyo. Kalo cabe pagaralam besak-besak” lanjut Sari.

Hal yang sama diungkapkan Siti, pedagang lainnya. Menurut Siti yang menjual cabe Palembang, ia menjual dengan harga Rp 58.000,- “belilah dik, ini cabe Palembang,” kata Siti.

Menurut Siti, ia terpaksa menjual tinggi karena dari agen yang menawarinya sudah tinggi juga. “Modalnyo sudah Rp 50.000,- dek. Sebenarnyo berat njual mahal. Njual murah bae susah apolagi murah. Tapi nak cakmano lagi. Biasonyo sehari habis 10 kilo, sampai siang cak ini, separuh bae belom habis” ujarnya.

Siti berujar, sejak hujan yang turun setiap hari membuat pasar sepi. “Wong lebih seneng beli di pedagang keliling, males keluar rumah,” tambahnya.

Mengharapkan pembeli dari dusun-dusun disekitar Talang Ubi, menurut Siti tidak bisa diandalkan. Saat musim hujan begini, jalan dari dusun-dusun rusak parah. Pembeli dari dusun pun menjadi berkurang.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Edditor : Junaedi Andillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster