Stok Daging Sudah Habis

 173 total views,  2 views today

Penjual Daging

Penjual Daging

*RPH Stop Beroperasi

*Daging Dipasaran Hilang

PALEMBANG, KS-Daging sapi di pasaran sejak tiga hari terakhir menghilang, informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, Kamis (16/1), hal tersebut disebabkan stok daging di Palembang sudah tiga hari terakhir habis.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Palembang, Harrey Hadi menyebut,  sejak tiga hari terakhir stok daging di Palembang sudah tidak ada lagi. Hal tersebut disebabkan, karena pasokan sapi potong yang biasa di datangkan dari Lampung terhenti. “Rumah Potong Hewan (RPH) sudah stop beroperasi, sehingga tidak ada pasokan ke pasar tradisional,” ucapnya

Sebut Harrey, kebutuhan daging di Palembang sekitar 36 ekor sapi per hari, dengan berat rata-rata berat sapi per ekornya 200 kilogram. Namun karena tidak ada stok, sehingga RPH sudah tidak lagi beroperasi sehingga suplai daging ke pasaran terhenti.

Penyebab kelangkaan itu kata Hareey, karena pedagang sapi di Lampung lebih memilih melayani pembeli dari Pulau Jawa. “Khususnya dari Jakarta atau kota lainnya di Jawa. Karena mereka membeli sapi dengan harga yang lebih mahal, sehingga jatah bagi pedagang Palembang dialihkan penjualannya,” jelasnya.

Gubernur Tidak Tahu

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin mengaku tak tahu kalau daging di pasaran di Sumsel kini menghilang.  Alex mengatakan, Jika memang terjadi kelangkaan, pemprov akan melakukan pengecekan terkait kekosongan daging sapi tersebut. “Kita akan cek, nah sementara daging sapi ini kosong kita makan pempek dulu,” kata Alex sedikit bercanda ketika dibincangi usai acara di Hotel Aston, Palembang, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Nasrun Umar menyebut, kelangkaan daging sapi di Sumsel, diduga karena persediaannya banyak diambil pedagang di Pulau Jawa.

Hal ini disebabkan, harga pembelian dari pedagang di pulau Jawa lebih tinggi dari Sumsel. Ia memprediksi jika kekosongan ini akan berlangsung dalam tiga hari kedepan. “Kita akan cari solusi,  untuk setidaknya menyamai harga yang beli pedagang dari Pulau Jawa, kalau tidak bisa kita akan upayakan pengurangan biaya pemotongan di RPH atau transportasi,” ujarnya.

Sementara itu pantauan Kabar Sumatera, di sejumlah pasar tradisional di Palembang, sejak tiga hari terakhir, daging di pasaran menghilang. Di Pasar Km 5, Palembang misalnya, daging sapi tidak tampak di lapak penjual daging. Yang ada hanyalah tulang dan hati sapi saja.

Salah pedagang daging di Pasar Km 5, Acong, mengaku, sejak tiga hari terakhir ini, stok daging sapi memang menghilang dari pasaran. “Saya tidak tahu, apa penyebabnya. Yang pasti, tiga hari terakhir tidak ada daging,” kata Acong.

Karena hilangnya daging di pasaran menyebabkan, harga daging melonjak drastis. Jika biasanya per kilogram sebut Acong, di jual Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu. Namun saat ini menurutnya, harga daging antara Rp 140 ribu sampai Rp 150 ribu per kilogramnya.

Melambungnya harga daging sapi juga membuat kelimpungan konsumen, terutama para pedagang mie bakso. Ijan, salah seorang pedagang mie bakso, saat ditemui warungnya, mengatakan, daging sapi merupakan bahan pokok baginya. Dengan langkahnya daging sapi ini, maka hal itu akan berimbas pada usahanya.

“Untuk hari ini, saya masih bisa jualan karena punya stok daging, tapi buat besok tidak ada. Jadi kalau semua pedagang daging sapi di pasar tutup, otomatis saya juga tidak bisa jualan,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM/IMAM/AMIN

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster