GAPKI Garap 300 Ribu Hektar Lahan

 285 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG KS-Bila moratorium berakhir, maka Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel siap melakukan perluasan lahan perkebunan. Saat ini potensi garapan mencapai 300 ribu hektare.

“Potensi lahan yang ada di Sumsel masih sangat besar. Hasil survei kita mencapai 300 ribu hektar,” cetus Rusdan Zaini Lubis, Ketua Gapki Sumsel usai dilantik di Aston, Kamis (16/1).

Ia berkata, apabila moratorium ditunda, pihaknya siap mengembangkan lahan yang ada. Potensi lahan seluas 300 ribu hektare itu paling besar dari Musirawas, Banyuasin dan OKI.

“Daerah ini yang paling tinggi areal lahan yang kita bidik,” ujarnya.

Sampai kini, produksi sawit rata-rata perhektar mencapai satu ton Crude Palm Oil (CPO) dan plasma capai tiga hingga empat ton CPO. Nilai ini, diakuinya masih rendah dibandingkan daerah lain.

Makanya sudah jadi fokus pihaknya untuk melakukan peningkatan produk sawit di Sumsel. Senada diungkapkan Ketua Umum Gapki, Joefly Bachroeny. Menurutnya, saat ini produksi kelapa sawit di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia yang volumenya mencapai 27,25 juta ton CPO dengan pemanfaatan 10 juta hektare.

Namun sayangnya banyak tantangan yang mesti diterima oleh pengusaha kelapa sawit dalam mengembangkan industri kelapa sawit saat ini.

“Masalah itu antara lain kampanye negatif,” katanya.

Ucapnya, peran industri kelapa sawit mampu memperbaiki neraca perdagangan indonesia dengan kontribusi Sawit 22,45 miliar us dollar, minyak 36 miliar dolar USA dan volume impor mencapai 42,56 miliar us dollar.

Katanya, sekarang neraca perdagangan mengalami surplus non migas  6,2 miliar dolar dengan penyumbang sawit 2,2 miliar dolar USA. Dengan kondisi ini, peranan industri sawit sangat besar mendukung sektor ekonomi Indonesia. Industri sawit merupakan industri padat karya juga paling produktif.

“Pajak ekspor CPO seharusnya juga direvisi agar pelaku usaha kelapa sawit dapat bersaiing di pasar ekspor dan Penerimaan pajak ekspor dapat dikembalikan untuk peremajaan tanaman sawit,” katanya.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan Sumsel memiliki 800 ribu hektar kebun kelapa sawit yang semuanya digarap melalui plasma dan perorangan. Namun kondisinya tidak dalam hamparan luas, namun kecil-kecil dan terpisah.

 

TEKS       : RINALDI SYAHRIL

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster