Fly Over Jakabaring Dikebut

 177 total views,  2 views today

Pembangunan underpass atau jalan terowongan di kawasan Patal Palembang tertunda, akibat Cuaca buruk selama sepekan di Kota Palembang. Kamis (19/1)  Foto : Iwan Cheristian / KS

Pembangunan underpass atau jalan terowongan di kawasan Patal Palembang tertunda, akibat Cuaca buruk selama sepekan di Kota Palembang. Kamis (19/1)
Foto : Iwan Cheristian / KS

* Underpass Terkendala Utilitas

PALEMBANG, KS-Pembangunan fly over (jembatan layang) di Simpang Jakabaring, terus dikebut penyelesaiannya.  Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) pembangunan fly over dari Dinas PU Bina Marga Sumsel, Joko Saputro menyebut, saat ini pembangunan fly over tersebut kemajuan fisiknya sudah mencapai 55 persen.

“Kita terus mempercepat penyelesaian pembangunan fly over Simpang Jakabaring, sekarang sedang dilakukan pengeboran P4 dan P5 serta pemasangan pas begisting head P2,” kata Joko, kemarin.

Sementara untuk pembebasan lahan menurutnya, baru selesai 60 persen. Sisanya akan segera diupayakan untuk dibebaskan. Walau pun belum semua lahan dibebaskan, namun sebut Joko, itu tidak menghambat pembangunan fly over Simpang Jakabaring.

Pantauan Kabar Sumatera,  pondasi jembatan dibeberapa titik sudah mulai terpasang. Joko sebelumnya menyebut sebelum akhir 2014, ditargetkan pengerjaan pondasi dan bangunan bawah fly over tersebut sudah selesai. “Kedua pekerjaan itulah, yang paling berat dalam pembangunan fly over,” ungkapnya seraya menjelaskan, jika telah selesai nantinya jembatan layang ini akan mempunyai panjang 433 meter dan lebar 18 meter, yang terdiri dari dua jalur dan empat lajur.

Sementara itu untuk pembangunan underpass di Simpang Patal, PPK Underpass BBJN Wilayah III,  Ahmad Taruna Jaya menyebut, saat ini pembangunan underpass masih dalam tahap pemindahan utilitas.

Tapi, belum semua utilitas dipindahkan. Seperti tiang-tiang listrik milik PLN dari arah PTC ke Pusri di sebelah kiri. Sementara untuk PGN dan PDAM diakuinya masih tahap persiapan. “Pipa baru PGN dan PDAM sudah didatangkan ke lokasi tapi belum dikerjakan. Padahal mestinya sudah terlaksana akhir 2013 lalu,” ungkapnya.

Taruna menjelaskan, pembebasan lahan menjadi kendala kegiatan pemindahan utilitas ini. Disebutkannya, untuk utilitas underpass dibutuhkan lahan selebar dua meter dari luar jalan. “Lahan ini tinggal 20 persen lagi, yang belum dibebaskan. Tapi, titik-titiknya terpisah. Itu sebabnya utilitas tersendat dan pemasangannya sepotong-sepotong,” ujarnya.

Ia mengaku, pihaknya terkendala dengan pemindahan utilitas dan pembebasan lahan. Namun persoalan itu sambungnya, ditargetkan bisa diselesaikan paling lambat pada Februari nanti. Jika persoalan pembebasan lahan tuntas, begitu juga pemindahan utilitas, pekerjaan berikutnya adalah pemasangan konstruksi underpass.

Taruna mengatakan, dengan lambannya pemindahan utilitas ini, maka dipastikannya tahapan pembangunan underpass secara umum akan molor. Sebelumnya, proyek mengatasi kemacetan di simpang Patal itu ditargetkan selesai pembangunannya akhir 2014 mendatang. “Melihat kondisi saat ini tampaknya tidak akan tercapai target (akhir tahun 2014),” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster