BSB Jangan Jago Kandang

 405 total views,  2 views today

Kantor Pusat Bank SUMSELBABEL

Kantor Pusat Bank SUMSELBABEL

  • Segera Benahi Internal BSB

PALEMBANG KS-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir Alex Noerdin memberikan batas waktu dua tahun bagi Direksi baru untuk membenahi internal Bank Sumsel Babel (BSB). Ia pun optimistis BSB bertumbuh dan berkembang lebih cepat dengan mengoptimalkan segala sumber dan potensi yang ada.

“Mari kita besarkan Bank Sumsel Babel ini bersama-sama. Saya kasih waktu selama dua tahun bagi Direksi baru untuk membenahi internal Bank Sumsel Babel. Bila perlu mengembangkan bank ini lebih baik lagi hingga melebarkan sayapnya. Jangan sampai Bank Sumsel Babel hanya jago kandang saja,” cetus Alex Noerdin disela-sela Customer Gathering Bank Sumsel Babel di Hotel Novotel, Kamis (16/1).

Apalagi dengan telah disetujuinya Tanjung Api-Api sebagai kawasan ekonomi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, lanjut Alex, tentunya harus benar-benar dimanfaatkan BSB guna mengambil peluang yang seluas-luasnya.

“Bayangkan tahun ini akan dimulai pembangunan jalan tol, pabrik ban, industri kimia raksasa dari Amerika, dan lainnya. Bank Sumsel Babel harus ambil bagian dalam hal itu. Bank ini harus bisa menangkap peluang itu dengan baik. Investasi di Sumsel ini masih sangat menjanjikan dan itu harus terakomodir dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sumse Babel, Muhammad Adil menyampaikan, pihaknya dalam waktu dekat ini segera memperbaiki sisi internal BSB. Bahkan bagian kepala divisi akan diisi orang yang benar-benar kompeten dibidangnya masing-masing.

“Alhamdulillah lihat saja dalam acara ini ada ratusan customer yang datang. Berarti wong kito peduli dan ikut andil ingin membangun Bank Sumsel Babel ini lebih baik lagi. Kedatangan customer di sini berarti menepis hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sumsel Babel pasca tersandungnya masalah kredit macet,” ucap Adil.

Dalam tahap awal, masih kata dia, pihaknya tetap akan membenahi internal, service dan layanan. Untuk layanan tetap mengutamakan program cepat dan ramah (cerah).

Hingga akhir 2013, kata dia, pihaknya berhasil membukukan asset hingga Rp 16 triliun dengan asumsi pencapaian dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 12,5 triliun, kredit terealisasi sebanyak Rp 10,5 triliun dengan kuantitas nasabah di Sumsel Babel mencapai 1,1juta nasabah.

“Di tahun 2014 ini rata-rata kenaikan target dipatok sekitar 20 persen, mulai dari pencapaian DPK, pencapaian asset, penyaluran kredit hingga meminimalisir kredit macet hingga 3 persen,”tuturnya.

Begitu pula untuk penyertaan modal, masih kata dia, tahun ini para pemegang saham khususnya kepala daerah masih tetap komitmen untuk membawa Bank Sumsel Babel ini ke arah yang lebih baik lagi.

Hingga saat ini, total penyertaan modal dari setiap kabupaten dan kota di Sumsel mencapai Rp 175 miliar ditambah dengan rencana provinsi Sumsel yang akan menambah penyertaan modal sekitar Rp 100 miliar.

“Dana penyertaan modal ini nanti akan digunakan untuk ekspansi Bank SumselBabel. Untuk kredit macet saat ini 4,7 persen. Kami akan tekan NPL menjadi 3 persen. Jika nasabah tidak kooperatif, kami akan ambil tindakan tegas seperti menyita agunan dan lainnya. Tapi kami yakin semua debitur kooperatif dalam hal ini,” tutupnya.

 

TEKS       : ROMI MARADONA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster