Banyak Makanan & Minuman Tidak Halal

 234 total views,  2 views today

Ilustrasi Label Halal

Ilustrasi Label Halal

PALEMBANG, KS-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) menilai,  makanan dan minuman yang ada Sumsel, masih banyak yang belum memiliki sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM).

“Makanan dan minuman yang telah memiliki sertifikat halal dari LPPOM MUI Sumsel sekitar 200 produk, namun untuk obat-obatan serta kosmetik, kami belum ada tim auditornya. Jadi dapat diperkirakan, masih banyak makanan dan minuman di Sumsel belum memiliki seritifikat halal,” kata Sekretaris MUI Sumsel, Ayik Farid, Kamis (16/1).

Menurut Ayik, untuk mengeluarkan sertifikat dari MUI Sumsel yang bertuliskan halal, ada tiga proses yang harus dilewati, yakni tim audit yang melakukannya harus melihat cara pengolahannya, bahan baku dan bila ada tambahan pewarna atau yang lainnya juga harus memiliki sertifikat halal.

“Tim auditor kami ada 69 orang,  itu terbagi dua yakni tim auditor pangan dan pemotongan hewan. Makanan dan minuman yang telah dikaji dan bisa dinyatakan halal, yakni makanan dan minuman tersebut ada simbol MUI, di tengah-tengah ada tulisan halal menggunakan huruf Arab dan dibawah tulisan halal ada nomor registrasi dari MUI,” bebernya.

Disinggung apa penyebab, masih banyaknya produk-produk di Sumsel belum memiliki sertifikat halal, Ayik menjawab, hal tersebut dikarenakan para produsen sengaja tidak melakukannya karena belum ada payung hukum atau aturan, yang memaksakan mereka untuk mengkaji makanan atau minuman yang di produksinya untuk di audit MUI.

“Undang-undang (UU) belum ada yang memaksakan, para produsen untuk menerapkan setiap produknya berlabelkan halal. Bukan seperti Badan Pengawasan Obat dan Makan (BPOM), dimana jika suatu produk tidak terdaftar di BPOM maka produk tersebut akan di tarik dari peredaran dan kenakan sanksi. BPOM memiliki aturan tersebut, sehingga pengusaha takut, sementara kita tidak memiliki,” ujarnya.

Ayik menghimbau, kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk bisa segera membuatkan UU mengenai sertifikat halal, agar masyarakat tidak ragu-ragu dalam memilih makanan dan minuman.

“Kita tahu sekitar 87 persen penduduk Indonesia mayoritas muslim, sedangkan makanan dan minuman yang di konsumsi masih banyak yang belum memiliki sertifikat halal. Jadi masih banyak masyarakat, yang masih ragu-ragu untuk mengkonsumsi, tapi jika para produsen mematuhi aturan maka produk yang mereka keluarkan akan banyak di konsumsi konsumen dan diminati,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster