Rusunawa Kertapati Belum Operasional

 277 total views,  2 views today

Ilst. Rusunawa

Ilst. Rusunawa

PALEMBANG, KS-Rumah susun sewa (rusunawa) yang berada di kawasan Kertapati, Palembang, hingga kini belum juga beroperasional. Pemerintah kota (Pemkot) Palembang beralasan, hal itu karena masih terkendala fasilitas umum yang belum rampung, terutama listrik dan air.

Dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Palembang, Ana Heryana, saat ini pengerjaan fisik rusunawa Kertapati sudah selesai di bangun. Walaupun begitu, bangunan tersebut belum bisa dihuni lantaran fasilitas pendukungnya belum siap, seperti listrik, PDAM.

“Saat ini, masih dalam tahap finishing untuk fasilitas jalan dan parkir, serta instalasi listriknya. Begitu juga untuk air bersih, masih akan dilakukan penyambungan pipa PDAM. Pipa induknya dari Karanganyar menyeberang ke Kertapati,” ungkapnya, Rabu (15/1).

Anna menyebutkan, twin blok rusunawa Kertapati sedikit berbeda dengan rusunawa di Kasnariansyah. Di Kertapati terdiri dari tiga tb di atas lahan seluas tujuh hektar. Masing-masing unitnya seluas 80×3 meter.

Sementara rusunawa Kasnariansyah sudah terbangun lima unit TB. “Jadi, total yang sudah kita bangun sudah ada delapan blok rusunawa di Palembang. Untuk Kertapati, tahun 2014 sebenarnya siap dihuni,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Perumahan rakyat Dinas PUCK Palembang, Andika Marta Dinata menyebutkan, tahun 2013 anggaran untuk fasilitas listrik dan air belum cukup. Karena itu di tahun 2014 akan ditambahkan lagi alokasinya untuk melanjutkan pemasangan fasum yang belum.

Ia menyebutkan, untuk listrik menelan anggaran sekitar Rp 330juta dan PDAM Rp 300juta. Sementara di tahun 2014 dinaikkan menjadi Rp 500juta untuk listrik dan Rp 350juta untuk air. “Ada juga kegiatan penambahan pagar sekitar Rp 600 juta,”bebernya.

Ia mengaku, pembangunan rusunawa ini dilakukan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan Kementrian Pekerjaan Umum. Pihaknya sendiri sudah melakukan pemetaan lahan di Kertapati sejak lama.

Dari hasil pemetaan lahan ini, diharapkan pemukiman di kawasan ini bisa ditata. “Harapannya, dalam lima tahun ke depan penghuni rusunawa bisa memiliki rumah sendiri. Sebab, rusunawa itu sifatnya sewa,” ungkapnya.

Ia mengaku, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan. Diketahui, sudah ada beberapa pendaftar yang datang. Untuk dapat mengajukan rusunawa ini, kata Andika ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Antara lain bukan PNS, bukan anggota TNI/Polri, terhitung masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan sudah menikah dengan anak kurang dari dua orang. “Yang pasti, kita menerima untuk satu keluarga, tidak boleh lebih dari dua keluarga dalam satu rumah,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster