Pendapatan Daerah Ditargetkan Meningkat

 249 total views,  2 views today

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), menargetkan tahun ini pendapatan daerah Sumsel,meningkat. Peningkatannya menurut Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumsel, Eppy Mirza, ditargetkan mencapai Rp 1 triliun lebih jika dibandingkan 2013.

Pada 2013 lalu, pendapat daerah Sumsel mencapai 6.000.782.738.000. Sementara 2014 di targetkan mencapai Rp 7.104.283.383.000 atau meningkat sebesar Rp 1.103.500.645.000. Peningkatan pendapatan tersebut jelasnya, diharapkan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari Pajak daerah, retribusi daerah, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan dan PAD yang sah sebesar Rp 2.482.128.778.000. Di 2013 lalu, PAD mencapai Rp 2.214.420.245.000. Artinya meningkat Rp 267.708.533.000.

“Dimana diantaranya terdiri dari pajak baru yaitu Pajak Rokok, dengan target sebesar Rp 260.600.000.000. Ini sesuai dengan UU No 28 Tahun 2009,” jelas Eppy dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (15/1).

Dalam aturan itu jelas Eppy, untuk pajak rokok diberlakukan tertanggal 1 Januari 2014 yang diterima per triwulan. Yang memungutnya menurutnya, adalah pemerintah pusat. Namun berapa besar penerimaanya, Eppy belum merinci walaupun penerapan aturan itu sudah berjalan 15 hari.

Karena sebut Eppy, hal itu baru diketahui menjelang triwulan penerimaan. “Namun dari pajak rokok ini, kita targetkan bisa mendapatkan pemasukan lebih dari Rp 260 miliar. Dana ini nantinya, akan langsung di transfer dari pusat,” kata Eppy.

Selain itu, sambung Eppy, pendapatan juga ditargetkan berasal dana perimbangan, yang terdiri dari bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak SDA, dana alokasi umum dan dana alokasi Khusus sebesar Rp 3.808.819.155.000. Di 2014 lalu, pendapatan dari sektor ini mencapai Rp 2.951.325.613.000 atau meningkat Rp 857.493.542.000.

“Begitu pula pada lain-lain pendapatan daerah yang sah, dengan rincian pendapatan hibah, dana tambahan penghasilan guru PNSD 2010, dana BOS dan Hibah WISMP-2 sebesar Rp 835.036.880.000 di tahun 2013 dan sebesar Rp 813.335.450.000 di tahun 2014 atau menurun sebesar Rp 21.701.430.000,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Eppy, bahwa pihaknya akan menjalin kerjasama dengan beberapa bank untuk melancarkan peningkatan PAD tersebut, untuk mempercepat akselerasi pajak daerah dengan beberapa program baru.

“Contohnya dengan Bank Sumsel Babel, dimana akan ada program Samsat Corner yang bisa melayani pembayaran pajak di mall. Untuk tahap awal, kita akan coba di Palembang Trade Centre (PTC) Mall dan Bank Sumsel Atmo pada Februari mendatang. Saat ini sudah dibuatkan MoU nya. Dengan sistem tersebut jadi masyarakat bisa membayar pajak sambil berbelanja,” ungkapnya.

Melalui sistem tersebut pula, masyarakat dipermudah dimana bisa menghapuskan percaloan. “Tak dipungkiri kalau sistem manual yang selama ini, rentan dengan hal-hal seperti itu, belum lagi kelemahan dari aspek keamanannya. Namun yang terpenting, melalui sistem seperti ini semua penerimaan negara tidak bisa digelapkan. Begitu juga dengan sistem pembayaran pajak melalui ATM yang langsung ke kas Daerah,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster