Pembuatan Paspor Meningkat

 295 total views,  2 views today

pasport

pasport

#Evaluasi selama 2012-2013

PALEMBANG, KS-Kantor Imigrasi Kelas I Kota Palembang mencatat, masyarakat yang mengajukan permohonan pembuatan paspor sepanjang 2013, mengalami peningkatan ketimbang 2012 silam.

Untuk 2013 lalu, paspor 48 halaman sebanyak 43.680 paspor. Jumlah ini meningkat 13 persen dari 38.645 paspor pada 2012 silam. Sedangkan paspor 24 halaman, pada 2012 sebanyak 640 paspor. Jumlah ini menurun pada 2013 sebanyak 473 paspor.

“Penurunannya justru sebanyak 25 persen,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Safar M Godam, kemarin.

Menurutnya, peningkatan paspor 48 halaman lantaran terus bertambahnya masyarakat yang berangkat ke tanah suci Mekah, baik itu ibadah Haji, maupun umroh. Tak hanya itu, masuknya musim liburan pada akhir tahun lalu juga menjadi faktor peningkatan. Masyarakat banyak yang berlibur di luar negeri.

Beda halnya dengan pengusulan paspor 24 halaman. Diakui Godam, paspor ini, memang kerap kali menjadi pilihan utama para Tenaga Kerja Indonesia (TKI), lantaran harga pembuatannya lebih murah ketimbang paspor 48 halaman.

“Usulan pembuatan paspor ini justru menurun. Kecenderungan yang mayoritas memang memilih paspor jenis ini, pada 2013 sedikit. Hal ini juga dipengaruhi jumlah tenaga kerja yang ingin berangkat ke luar negeri,” ujar dia.

Menurutnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara paspor 24 dan paspor 48 halaman. Yang membedakan, hanya ketebalan halaman dan harga yang dikenakan saat mengajukan permohonan. “Mungkin, image yang terbentuk ditengah-tengah masyarakat, paspor 24 halaman itu merupakan paspor yang digunakan TKI. Padahal sama saja,” kata Godam.

Bahkan, untuk harga pembuatan pun cukup jauh berbeda, yakni Rp260 ribu untuk paspor 48 halaman, sedangkan paspor 24 halaman dipatok Rp110 ribu. Mekanismenya, lanjut Godam, sejak 25 Desember lalu, Kantor Imigrasi Palembang bekerjasama dengan Bank BNI untuk proses pembayaran. “Sama sekali tidak ribet. Setelah membayar sesuai dengan jumlah yang, pemohon wawancara, sidik jari dan foto. Lalu paspor bisa diambil secepatnya,” kata dia.

Sementara, Ade Septian warga Perumahan Komplek Poligon mengaku, jika dirinya memang harus menyetorkan uang ke BNI untuk membayar pembuatan paspor. Disana, ia mendapatkan slip tanda pembayaran, sekaligus mendapatkan antrian nomor wawancara. “Sayangnya, di sekitar kantor tidak ada BNI. Jadi, jika ingin membayarnya, kita harus mencari ke BNI terdekat dari kantor Imigrasi,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster