Pasutri Bandar Narkoba Terancam Vonis Mati

 136 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG, KS –Terbukti menyimpan dan memilikki narkoba jenis Sabu-sabu, yang beratnya hampir satu Kilogram, pasangan suami istri (Pasutri) terancam dihukum mati. Pasutri tersebut dijerat pasal berlapis oleh jaksa, Siti Fatimah dan Purnama Sofyan, di PN Palembang, Rabu (15/1).

Zulkarnain dan Nurhayati yang menjadi bandar sabu itu tertangkap tangan petugas Dit Narkoba Polda Sumsel, saat membawa sabu hampir satu kilogram dan keduanya langsung bawa ke Mapolda Sumsel, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Kedua terdakwa (yang menjalani sidang terpisah) dijerat pasal 114 dan pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009. Selain itu, keduanya juga dijerat tindak pidana pencucian uang, yakni pasal 2 dan pasal 5 tentang tindak pidana pencucian uang. Ancaman hukuman maksimalnya hukuman mati,” kata jaksa, Siti dan Purnama.

Oleh majelis hakim yang diketuai Wuriyanto dan Ardi Johan, sidang ditunda usai pembacaan dakwaan. Rencananya, sidang digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pekan depan.

Selama menjalani sidang, baik Zulkarnain dan Nurhayati, sama-sama terus menundukkan kepalanya. Keduanya menjalani sidang secara terpisah, dimana sang suami terlebih dahulu menjalani sidang. Meski terus menundukkan wajah, keduanya tetap terlihat tenang menjalani sidang.

Tindak pidana Zulkarnain dan Nurhayati diketahui pada 14 Agustus 2013 pukul 10.30 WIB. Saat itu, petugas Dit Narkoba Polda Sumsel menghentikan Zulkarnain di kawasan Banyuasin. Dari sana, polisi mendapati sabu yang beratnya hampir satu kilogram.

Setelah ditelusuri, polisi selanjutnya menangkap Nurhayati. Isteri Zulkarnain ini diduga kerja sama dengan suaminya dalam menjual sabu. Bahkan, Nurhayati memberikan sejumlah uang kepada suamiinya untuk membeli sabu.

Pasutri ini tidak hanya terjerat kasus narkoba. Keduanya juga dijerat kasus tindak pidana pencucian uang karena harta benda yang dimiliki diduga dibeli dari uang hasil penjualan sabu. Saat ini, aset keduanya yang senilai Rp 3 miliar sudah disita Polda Sumsel.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster