Menanggulangi Banjir

 213 total views,  4 views today

HINGGA hari ini warga di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan terpaksa menggunakan perahu menjadi alat transportasi menuju ibu kota kabupaten. Mereka juga mengangkut bahan makanan dari Rupit ibu kota Kabupaten Muratara ke Kecamatan Rawas Ilir menggunakan perahu mesin. Selama banjir bandang yang mengisolasikan Kecamatan Rawas Ilir itu, ada puluhan warga mendapat mata pencairan baru mengemudikan perahu dengan penghasilan cukup lumayan. Padahal sebelumnya  mereka mengangkut warga dan bahan makanan menggunakan sepeda motor (Ojek), namun setelah poros jalan menuju Rawas Ilir terendam banjir dan transportasi darat lumpuh total, pihaknya beralih menggunakan perahu mesin.

Memang masih ada juga warga Rawas Ilir yang menggunakan transportasi darat yakni melalui Kecamatan Nibung, namun jarak tempuhnya sangat jauh mencapai lima jam ke jalan lintas Sumatera. Lain lagi keluhan warga petani karet Ramdan mengatakan, pihaknya sudah beberapa hari tidak bisa menyadap karet akibat kebun terendam banjir. Tidak hanya kebun karet yang terendam banjir, tanam tumbuh seperti tanaman padi darat, jagung dan tanaman muda lainnya juga terendam dan diperkirakan sudah rusak.

Oleh karena itu mereka memohon bantuan pemerintah daerah atau perusahaan perkebunan di wilayah itu untuk meringankan beban mambantu bahan makanan seperti beras dan jenis lainnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muratara,  Akisropi Ayub mengatakan, bantuan untuk korban banjir itu mulai disalurkan kepada masyarakat.  Mungkin bantuan itu belum merata sampai ke masyarakat korban banjir karena terbatasnya alat taransportasi, namun tetap diupayakan sehingga masyarakat bisa makan.

Pihaknya juga akan menambah alat transportasi seperti perahu mesin hingga air surut kembali, untuk mengangkur bahan makanan pada warga korban banjir. Bukan hanya itu pihaknya juga  mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menebang pohon di kawasan hutan karena banjir bandang itu salah satu dampak dari gundulnya kawasan hutan di bagian hulu sungai. Banjir itu bukan hanya terjadi di Muratara tetapi juga melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Kita mengharapkan pemerintah benar-benar secepatnya turun tangan untuk menghadapi bencana alam yang tengah menimpa warga. Di sisi lain kita juga mengharapkan agar warga benar-benar memelihara kelestarian hutan jangan digunduli semau-maunya. Kalaua hal itu terjadi maka hutan yang dapat menahan erosi tak ada lagi. Akibatnya begitu hujan banjir tak bias dihindari. Moga timbul kesadaran untuk menjaga lingkungan di hati warga. (Sarono P Sasmito)

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster