Mahasiswa Duduki Rektorat Unsri

 505 total views,  2 views today

Ratusan mahasiswa saat menerobos masuk dan menduduki Gedung Rektorat Unsri dalam aksi yang berlangsung Rabu

Ratusan mahasiswa saat menerobos masuk dan menduduki Gedung Rektorat Unsri dalam aksi yang berlangsung | Foto : Joen KS

*Tuntut Rektor Mundur

INDRALAYA, KS-Ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), Rabu (15/1), menduduki Rektorat Unsri yang berada di Kampus Unsri, Indralaya. Pantauan Kabar Sumatera, awalnya ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri ini, bergerak dari Sekretariat BEM Unsri sekitar pukul 10.00 WIB.

Dengan berjalan kaki, sambil membawa berbagai spanduk seperti “Awas Bahaya Laten UKT”,  “UKT Hantu Baru Perguruan Tinggi” serta bendera BEM, mereka bergerak menuju Rektorat.

Sesampai di depan rektorat, ratusan mahasiswa ini sempat dihadang pihak keamanan kampus dan pegawai di lingkungan Rektorat Unsri. Namun karena jumlah mahasiswa yang banyak, pihak keamanan kampus pegawai, tak mampu mencegah masuknya ratusan mahasiswa ini ke dalam rektorat.

Di dalam gedung rektorat, ratusan mahasiswa tersebut langsung memotong dua ekor ayam sebagai simbol perlawanan dan matinya hati nurani pendidikan. Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, aksi mahasiswa ini dilakuan karena mereka menuding Rektor Unsri tidak berpihak pada mahasiswa kurang mampu. Karenanya, Rektor Unsri, Prof Badia Perizade dituntut mundur dari jabatannya.

Selain itu, mereka juga mendesak pihak rektorat menurunkan Uang Kuliah Tunggal (UKM) sebesar Rp 7 juta per semester. Tak hanya itu, rektorat juga diminta memperpanjang waktu pembayaran SPP.

“Ada enam tuntutan yang kami sampaikan, pertama turunkan UKT bagi seluruh mahasiswa kurang mampu. Kedua, laksanakan verifikasi level UKT mahasiswa secara adil, profesional setiap tahunnya. Ketiga, memberikan perpanjangan waktu pembayaran UKT,”  kata Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri, Hayrunizar dalam orasinya.

Ke empat sambungnya mereka menuntut, rektorat menindak tegas oknum civitas akademik yang melakukan pungutan liar di luar UKT. “Selanjutnya, memberikan beasiswa bidik misi kepada mahasiswa tahun 2013 yang tidak mampu, serta memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa 2013 yang tidak mampu,” ucapnya.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, lanjutnya, mereka akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa lebih banyak. “Akana ada ribuan mahasiswa Unsri, yang akan mengepung Kampus Unsri, Indralaya,  jika tuntutan kami ini tidak dipenuhi. Kami juga akan membawa persoalan ini ke jalur hukum, dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” ancamnya.

Menanggapi tuntutan mahasiswa ini, Ketua BAAK Unsri, Cik Zen mengatakan, setelah melakukan pembicaraan dengan pihak rektor, diputuskan masa perpanjangan pembayaran SPP sementer ganjil dan genap yakni sampai  30 Januari 2014, pukul 23.59 WIB.

“Kedua untuk permohonan pengajuan UKT mahasiswa, yang  ingin penurunan UKT dapat dilakukan mulai hari ini (kemarin-red) sampai 24 Januari, melalui fakultas masing-masing hingga pukul 16.00 WIB,” ungkapnya.

Ia berharap, mahasiswa tidak ada yang melewati ketentuan yang telah ditetapkan. “Artinya, ini sudah ditetapkan, jangan sampai melalui waktu. Kalau sampai lewat salah sendiri,” tukasnya.

 

TEKS              : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster