Jalinsum di Muratara Terancam Longsor

 428 total views,  2 views today

beberapa rumah warga yang nyaris dibawah longsor

beberapa rumah warga yang nyaris dibawah longsor

– Sejak 10 tahun sudah puluhan rumah hanyut

 -Menteri PU dan Dirjen SDA  minta segera turun tangan. 

Muratara|KS-Sepanjang lebih kurang 1000  meter jalan Negara Lintas Sumatera yang menghubungkan antara Sumatera dan Jawa terletak di Desa Lawang Agung Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara Sumatera Selatan terancam  longsor, kondisi ini  akibat curah hujan yang tinggi sejak beberapa tahun yang melanda daerah ini,membuat sungai rawas meluap dan menerjang tepi sungai.

Akibatnya sejak 10 tahun terahir sampai dengan saat ini sudah puluhan rumah warga yang terkena longsor dan  dibawa arus sungai, sementara itu longsor yang sangat parah adalah sepanjang tahun 2013, yang menerjang beberapa rumah warga dan jalan lintas sumatera dibeberapa bagian hanya tinggal beberapa meter lagi ambrol terkena longsor.

Untuk mengantisipasi  yang selama ini telah  memakan korban dengan  menghanyutkan rumah dan jalan lintas sumatera nyaris longsor, Warga Desa Lawang Agung awal  Juli 2012 lalu telah mengirim surat yang ditujukan ke Menteri Pekerjaan Umum RI dan Dirjen SDA di Jakarta serta BBWSS VIII di Palembang memohon untuk segera memasang beronjong penahan tanah pinggiran sungai agar tidak terjadi lagi longsor.

Dalam surat yang ditanda tangani puluhan  warga dan diketahui Kepala Desa Lawang Agung Dra Lutfiawanti disebutkan bahwa jalan lintas Sumatera sepanjang 500 m nyaris longsor, menyebutkan bahwa  puluhan Warga yang masih bertahan kini merasa ketakutan kerena rumah mereka terancam longsor dan jatuh kesungai seperti puluhan rumah warga lainnya yang sudah hanyut setiap tahunnya dilanda longsor.

Yang lebih menghawatirkan lagi menurut warga adalah kondisi jalan lintas sumatera yang merupakan urat nadi perekonomian dan transportasi antara pulau jawa dan Sumatera,itu sekarang terancam  longsor dan kini jarak antara pinggir sungai dengan badan jalan hanya berkisar  4, 7, dan 8 meter dan kalau tidak segera dilakukan penanganan diperkirakan banjir dan  musim hujan tahun depan jalan lintas sumatera itu di predeksikan akan longsor.

Beberapa bulan setelah surat dilayangkan, warga merasa gembira kerena ketika itu pihak BBWSS dan Pusat telah turun dan meninjau kelapangan, namun setelah itu tidak ada kabar beritanya, sampai dari longsornya dulu hanya 500 m,eter kini sudah mencapai 1000 meter, sementara rumah warga yang menjadi korban longsor semakin bertambah.

Merasa Warga dan Jalan Lintas Sumatera semakin terancam, maka kembali warga melayangkan surat tertanggal 12 Desember 2013 yang ditujukan kepada Kementerian PU  di jakarta dan Kepala BBWSS VIII Palembang,dalam surat yang juga diketahui Kepala Desa Lawang Agung itu Warga mengharapkan  agar segera memasang pengaman sungai rawas sepanjang 1000 meter yang terletak di Kampung VII Desa Lawang Agung Kec.Rupit Kab.Muratara, kerena dengan segara di pasang pengaman atau bronjong  baik itu rumah warga maupun Jalan Negara Lintas Sumatera dapat diselamatkan dari ancaman longsor.

Sementara itu dari permantauan Wartawan Koran ini dilapangan memang kondisi puluhan  rumah warga dan Jalan Lintas Sumatera sepanjang lk 1000 meter  terancam longsor.

Menurut salah seorang warga setempat  Bachtiar atau Tiyok yang juga salah seorang aktivis LSM menjelaskan bahwa rumah yang ditempatinya sekarang dapurnya sudah tinggal 1 meter lagi dari bibir sungai,”Rumah saya sudah 4 kali bergeser, dulu rumah saya berjarak 150 meter dari badan jalan, kerena terus di landa longsor kiini tingal menunggu longsor sekali lagi rumah saya akan hanyut ujarnya.

Dikatakan lebih lanjut oleh Tiyok sejak beberapa tahun belakangan ini sudah lebih kurang 45 rumah warga yang hanyut dibawa arus sungai akibat longsor,kami selama ini sudah beberapa kali mengadukan ke berbagai pihak, dan kalau tak salah 3 tahun belakang ada perhatian dari Pemda Propinsi Sumsel dengan memasang bronjong batu yang hanya dipasang sedikit saja dan setelah dipasang sudah roboh.

“sekarang kami warga yang mendiami lokasi kampung VII sangat cemas dan kuatir” ujar salah seorang warga dan tokoh masyarakat Syamsuddin, ia berharap agar Pemerintah segera melakukan  pembuatan pengaman sungai untuk menghindari longsor yang sudah mengancam rumah penduduk serta Jalan Negara Lintas Sumatera.

 

TEKS : TIM REDKASI KS/MURATARA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster