IPM Gelar Aksi Solidaritas

 197 total views,  2 views today

* Terkait Larangan Berjilbab di Sekolah Negeri

Puluhan Siswa-siswi yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) melakukan aksi protes terhadap kasus larangan menggunakan jilbab di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Denpasar, Bali di Bunderan Air Mancur, Palembang, Rabu (15/1). Foto : Bagus Kurniawan/KS

Puluhan Siswa-siswi yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) melakukan aksi protes terhadap kasus larangan menggunakan jilbab di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Denpasar, Bali di Bunderan Air Mancur, Palembang, Rabu (15/1). Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG I KS-Terkait kasus larangan menggunakan jilbab di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Denpasar, Bali. Puluhan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menggelar aksi solidaritas di bundaran air mancur depan Masjid Agung Palembang.

Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Koordinasi Aksi, Anharudin mengatakan, pelarangan jilbab di SMAN 2 Denpasar tersebut sudah melanggar Hak Asasi Manusia.

Kejadian ini menurutnya bukan yang pertama kalinya sebelumnya seorang pelajar muslimah di SMP Negeri 3 Denpasar, harus keluar sekolah karena dilarang memakai jilbab oleh kepala sekolahnya, bahkan kasus tersebut sudah di putuskan Pengadilan Negeri Denpasar. “Putusan tersebut kita melihat sangat memberatkan siswa tersebut, sedangkan Dinas Pendidikan Kota Denpasar sudah angkat tangan dan menyerah terkait masalah tersebut,” ujarnya, Rabu (15/1).

Lanjutnya, beberapa sekolah negeri di Denpasar sudah mencoreng kerukunan dan paham akan toleransi antar umat beragama.

Anharudin mengungkapkan, seharusnya hal ini sudah tidak terjadi lagi apalagi baru-baru ini belum lupa dengan pelarangan polwan mengenakan jilbab saat jam dinas, sekarang pelajar Islam di larang menggenakan jilbab dan terjadi di beberapa sekolah yang ada di Provinsi Bali sekarang sangat jelas wanita islam di Indonesia terancam kehormatannya.

“Kita sangat berharap kasus tersebut bisa diselesaikan dengan di izinkannya pemakaian jilbab untuk wanita yang muslimah dalam menjalankan tugasnya baik untuk sekolah maupun kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pendemo, Resti mengatakan, hal tersebut sudah melanggar sekali dan tidak adanya kebebasan untuk memakai jilbab dalam perkerjaan ataupun sekolah.

“Kita sebagai wanita yang muslimah melihat kasus tersebut sangat marah karena saya melihat harga diri seorang perempuan sudah di injak-injak,” jelasnya.

Resti berharap, hal tersebut tidak terjadi lagi karena semua wanita mempunyai haknya masing-masing untuk menggunakan jilbab sebagai seorang muslimah yang taat kepada allahnya.

 

TEKS        : BUBUN KURNIADI

EDITOR  : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster