DPT Invalid Masih Puluhan Ribu

 216 total views,  2 views today

Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Daftar Pemilih Tetap (DPT)

PALEMBANG, KS-Walau pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), tinggal dalam hitungan bulan namun sampai saat ini persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Sumatera Selatan (Sumsel), belum juga selesai.

Dalam DPT Sumsel, jumlah pemilih yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK) atau pemilih invalid NIK, sampai saat ini jumlahnya masih mencapai puluhan ribu. Dimana berdasarkan DPT Sidalih per tanggal 9 Januari 2014, terdapat 84.948 pemilih dari sebelumnya sebanyak 239 ribu.

“Itu jumlah per 9 Januari ya, bukan yang termuktahir, sebab ada daerah yang jumlah NIK invalidnya sudah menyusut,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, Divisi Teknis, Liza Lizuarni ketika dibincangi, Rabu (15/1).

Menurut dia, berkurangnya DPT invalid tersebut, setelah 15 KPUD di Sumsel, melakukan verfikasi langsung ke lapangan sebelumnya dan sebagian sudah clear. Dengan masih adanya DPT invalid tersebut,  KPU Sumsel akan menekankan KPU kabupaten dan kota setempat, untuk berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) bersangkutan, untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Dari 15 kabupaten/kota di Sumsel, menurut Liza terdapat dua daerah yang sudah tidak ada masalah terkait NIK invalid yaitu Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS).

Sementara Kota Pagar Alam, masih menyisahkan sebanyak 40 NIK invalid, sedangkan wilayah yang masih banyak terdapat NIK invalid yaitu Kabupaten Banyuasin sebanyak 30.876 pemilih,  disusul Kabupaten OKU sebanyak 12.772 pemilih. “Dari data DPT Sidalih per 9 Januari, baru dua daerah yang zero NIK invalidnya, yaitu Kabupaten OI dan OKUS. Sementara Pagaralam menyisahkan 40 lagi,” terangnya.

Menurut Liza, beberapa permasalahan yang menyebabkan belum selesainya permasalah DPT yang NIK invalid dikarenakan beberapa persoalan, diantaranya pindah domisili, atau adanya pemilih yang masih menjalani proses hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP). “Permasalahannya bermacam-macam, ada yang pindah, kemudian bekerja di kebun tapi saat ditanya ke Desa/kelurahannya dia benar ada, dan juga ada di LP,”ungkapnya.

Meskipun begitu, Liza mengaku penyempurnaan DPT Pileg ini akan terus dilakukan hingga 14 hari menjelang pencoblosan. Dimana jika ada warga yang belum terdata di DPT namun memang memenuhi syarat akan tetap diakomodir melalui Daftar Pemilih Khusus (DPK).

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITROR      : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster