Bank Sahabat Sampoerna Bidik UMKM

 1,502 total views,  2 views today

bank-sampoerna

PALEMBANG KS-PT Bank Sahabat Sampoerna Cabang Palembang akan lebih mengintensifkan membidik segmentasi pasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selama ini hanya menggarap pasar UMKM di Palembang, namun ditahun politik ini bank yang telah berdiri sejak satu tahun lalu akan menggarap pasar Sumsel, terutama OKI.

“Untuk prospek pembiayaan pada pasar UMKM masih terlihat menjanjikan. Tentunya kami tetap konsen membidik segmentasi UMKM, sesuai dengan visi awal dari pembentukan Bank Sahabat yakni membidik sektor UMKM. Alhamdulillah progresnya lumayan baik,”kata Branch Manager PT Bank Sahabat Sampoerna Cabang Palembang, Kemas Muhammad  Afandi, kemarin.

Menurut dia, selama tahun 2013 saja pihaknya berhasil membukukan asset sebesar Rp 60 miliar. Melihat prospek sektor UMKM yang masih sumringah, maka untuk target pembiayaan sektor UMKM tahun 2014 dinaikkan menjadi dua kali lipat sebesar Rp 120 miliar.

Dalam kurun triwulan I/2014, katanya, pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan value asset seperti menyalurkan kredit UMKM pada bidang perkebunan di OKI.

“Tim marketing saat ini masih melakukan analisa dan akan jemput bola ke KUD yang ada di OKI. Pasar UMKM bidang perkebunan ini memang benar-benar sangat potensial untuk berkembang,”katanya.

Kendatipun saat ini harga komoditi perkebunan seperti karet dan sawit sedang terpuruk, lanjut dia, namun pihaknya optimis penyaluran kredit pada sektor UMKM ditahun ini akan bertumbuh hingga 20persen.

Dia mengaku tidak akan sembarangan mencari nasabah khususnya para UMKM sebelum terpenuhinya dua syarat ini yakni dokumentasi dan prospek usaha.

“Kami akan lihat dulu track record calon debitur dua tahun terakhir. Bahkan prospek usahanya ke depan juga dipelajari demi menekan kredit macet. Untuk nasabah baru pun kami akan selektif sebelum mengucurkan kredit,”ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya lebih mengutamakan pembiayaan pada UMKM bersifat trading seperti toko kelontongan, pakaian, investasi alat berat, investasi hingga modal kerja dengan syarat pemberian kredit minimal Rp 100juta hingga Rp 10miliar dengan skema agunan dan suku bunga dasar kredit sekitar 13,75 persen.

“Riil dilapangan rata-rata kami salurkan kredit UMKM dibawah Rp 1 miliar. Disamping risiko yang ditanggung kecil dan juga perputaran uang lebih cepat. Berbeda memberikan kredit kepada pelaku UMKM sektor yang besar, tingkat risikonya pun sangat berat,”terang Afandi.

Sementara itu, Manajer Peneliti Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Sumbagsel, Sudarta menambahkan untuk prospek penyaluran kredit pada sektor UMKM ditahun ini masih sangat menggiurkan.

“UMKM merupakan sektor yang tidak tergerus dengan krisis. Sektor UMKM telah memberikan bukti nyata, kendatipun berada di tengah gejolak ekonomi buruk sekalipun,”tuturnya.

 

TEKS : ROMI MARADONA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster