Sosialisasikan Safety Riding ke Sekolah

 254 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG, KS-Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel), mendukung program kepolisian untuk melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas (safety riding) di seluruh sekolah, yang ada di seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

Kendati demikian menurut Kepala Disdik Sumsel, Widodo, sosialisasi tersebut dibarengi dengan program nota kesepahaman (MoU) antara sekolah yang terkait, dengan lembaga kepolisian yang ada di daerah tersebut.

“Kewenangan untuk melarang siswa yang belum mengantongi identitas resmi dari pihak kepolisian untuk berkendara baik roda empat maupun dua, tentunya miliki sekolah masing masing,” jelas Widodo, kemarin.

Ia mengakui jika pada masa-masa akhir SMA, SMK ataupun MA sudah berhak untuk membawa kendaraan. Hanya saja, pihak sekolah wajib memfasilitasi mereka. “Ajak Samsat ataupun Polres setempat untuk duduk satu meja membahas program safety riding ini. Salah satunya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara kolektif. Dengan begitu, bisa menekan timbulnya pelanggaran yang dilakukan anak usia sekolah,” tegas dia.

Sementara,  Kasat Lantas Polresta Palembang, Kompol Arief Fitrianto mengakui jika pelanggaran lalu-lintas terbanyak sering dilakukan pengendara kendaraan yang berada pada usia produktif, terutama kalangan pelajar.

Untuk mengatasi itu, Satlantas telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengatasi hal itu. “Salah satunya, Disdik telah melayangkan surat imbauan kepada seluruh sekolah, agar para siswanya tidak membawa kendaraan ke sekolah jika belum memilik SIM,” ujarnya.

Sosialisasi keselamatan berlalu lintas ini pun, diakuinya mulai dilakukan dengan bertindak sebagai Pembina upacara disebuah sekolah serta menggiatkan program Patroli Keamanan Sekolah (PKS).  Puncaknya, pada 26 Januari mendatang, juga akan digelar AKsi Keselamatan Berlalulintas secara nasional yang rencananya digelar di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Terkait pelanggaran sendiri, dikalangan pelajar, kasusnya masih sama seperti pada operasi rutin. Mereka kebanyakan mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm, tidak menyalakan lampu besar pada siang hari, tidak memiliki SIM, berboncengan lebih dari dua orang serta menggunakan knalpot tak standar dengan suara bising. “Kita berharap aturan berlalu lintas dapat direspon positif semua pihak. sehingga pelajar juga dapat menjadi pelopor keselamatan berlalulintas,”  tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster