SFC Bungkam Kabau Sirah

 186 total views,  2 views today

Selebrasi Pertama - Selebrasi pertama Kone didepan Suporter SFC ketika menjebol gawang Semen Padang di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Dalam ajang lanjutan Inter Island Cup 2014, Selasa (14-1)

Selebrasi Pertama – Selebrasi pertama Kone didepan Suporter SFC ketika menjebol gawang Semen Padang di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Dalam ajang lanjutan Inter Island Cup 2014.

#Lolos Delapan Besar IIC

PALEMBANG, KS-Sriwijaya FC (SFC) berhasil membuktikan menjadi klub terbaik di ranah Sumatera. Itu, Setelah berhasil membungkam Semen Padang dengan skor meyakinkan 3-1 pada laga yg bertajuk derby Sumatera, DI babak penyisihan Inter Island Cup (IIC) zona Sumatera di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Selasa (14/1).

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, SFC mengambil inisiatif permainan. Laskar Wong Kito, menguasai jalannya pertandingan. Bermain di hadapan publik sendiri, anak-anak Jakabaring, tampil menekan dengan mengepung pertahanan Semen Padang.

Hasilnya baru dua menit babak pertama berjalan, sang kapten Lancine Kone berhasil membawa SFC unggul 1-0. Memanfaatkan bola liar di depan gawang Kabau sirah dari hasil akselerasi anis nabar, bola yang tepat jatuh di depan kone, dengan mudah menempatkan bola ke kiri pojok gawang tanpa bisa dihalau kiper Semen Padang yang dijaga oleh Fakhurrazi, SFC pun unggul 1-0.

Pasca gol cepat Kone, Sriwijaya FC tetap menekan pertahanan Kabau Sirah. Tebukti delapan menit dari gol pertama tepatnya di menit ke-10, lagi-lagi kone mengancam penjaga gawang Kabau Sirah, namun bola hasil sepakan kerasnya masih berhasil di tepis penjaga gawang Semen Padang, Fakhurrozi.

Memasuki sepuluh menit babak pertama usai, anak asuhan Subangkit ini, semakin genjar melakukan gempuran terhadap Semen Padang. Di menit ke- 38, kembali sang kapten membuat peluang yang nyaris membuahkan gol tambahan. Namun bola hasil tendangannya, masih membentur tiang gawang walau sempat disontek oleh Siswanto.

Tiga menit kemudian, akhirnya gawang Semen Padang kembali bobol. Kali ini winger lincah SFC, Anis Nabar yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan Siswanto, Anis yang tak terkawal di depan mulut gawang, dengan mudah menceploskan bola ke gawang sehingga kedudukan menjadi 2-0. Hasil ini pun mengakhiri hingga babak pertama.

Di babak kedua, pelatih Semen Padang, Jafri Sastra sedikit merubah gaya permainan timnya. Perubahan strategi yang dilakukan pelatih ternyata membuahkan hasil. Di menit ke-56, penyerang Semen Padang, Airlangga Sucipto memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1, setelah sundulannya meluncur mulus ke gawang SFC tanpa bisa dihalau oleh Fauzi Toldo.

Namun, tak butuh waktu lama bagi SFC untuk kembali menjauhkan keunggulan menjadi skor 3-1. Hanya berselang dua menit dari gol Airlangga tersebut, Siswanto kembali mecetak gol ke gawang Semen Padang. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Kabau Sirah,  Siswanto yang berdiri tanpa kawalan mampu melepaskan tendangan keras yang membuat Fakhurrozi, tak mampu berbuat banyak.

Pelatih kepala SFC, Subangkit mengatakan, bersyukur bisa lolos ke babak delapan besar. Namun, ia mengaku masih banyak kekurangan dan masih akan melakukan evaluasi lagi. Karena menurutnya, meski menang pada pertandingan kemarin. Subangkit menilai, permainan pemainnya tidak sebagus kala bermain di Padang.

” Alhamdulillah kita lolos ke delapan besar, tapi kita rasa masih akan evaluasi lagi, karena transisi pada pertandingan hari ini (kemarin) tidak berjalan seperi yang diinginkan, pemain terlihat terlalu banyak memainkan bola atas dan longpass,” ujar Subangkit.

Asisten Pelatih Semen Padang, Weliansyah mengucapkan selamat kepada SFC yang telah melaju ke babak delapan besar. Ia mengaku pada pada pertandingam kali ini,  SFC tampil bermain dengan baik sejak menit awal. Belum lagi kekalaham timnya kali ini dikarenakan dirinya banyak melakukan rotasi pemain yang dikarenakan banyaknya pemain Semen Padang yang cidera.

” Pemain kita drop oleh gol cepat yang diciptakan pada menit awal. sebenarnya kita melakukan perubahan di babak kedua dan sempat menciptakan gol, tapi lagi karena balasan gol yang diciptakan beraelang begitu cepat, membuat mental bertanding pemain menjadi semakin runtuh,” tukasnya.

Teks : Saddam





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster