Mari Ciptakan Kedamaian

 218 total views,  2 views today

krdamaian

ADA  yang menarik ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriah di Silang Monas, Jakarta, Selasa (14/1) pagi kemarin.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY mengatakan, ada tiga pesan utama dalam peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini. Pertama, bersyukur kepada Allah karena telah mengutus Rasulullah SAW untuk menyebarkan Islam sebagai rahmat semesta alam. Kedua, berterima kasih kepada Nabi Muhammad SAW karena telah menyebarkan Islam dan memimpin perubahan maha besar. Dan ketiga, meneladani kepribadian Rasulullah SAW. Kita semua harus mencontoh Rasulullah SAW, baik dari kepribadiannya, kerja keras dan selalu menuntut ilmu, memimpin perubahan besar, serta kepemimpinannya yang agung pada bangsa yang majemuk. Islam adalah rahmat bagi alam semesta, ujar Kepala Negara.

Menurut Kepala Negara, apa yang dicontohkan Rasullah SAW, cocok bila dikaitkan dengan Indonesia, yang memiliki umat Islam terbesar di dunia tetapi negara kita bangsa yang majemuk. Ia berharap masyarakat dapat mencegah terjadinya tindak kekerasan.

Presiden juga meminta pimpinan parpol  untuk dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Untuk mencegak  kekerasan, pemimpin politik harus memberi contoh kegiatan yang aman dan teduh,

Kita sependapat dengan Presiden SBY. Dalam kondisi demikian, kita juga mengajak masyarakat, di tahun Pemilu 2014 ini untuk mengingat apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, yaitu untuk terus membuat suasana yang tetap aman, tenteram,  tertib  dan damai serta mencegah kekerasan yang tidak perlu.

Sebab hanya dengan damai maka proses kehidupan dengan segala dinamikanya akan berjalan dengan baik. Tanpa kedamaian maka yang muncul adalah berbagai tindakan anarkis yang bias saja meruntuhkan sendi-sendi kesatuan dan persatuan bangsa kita. Moga semua hal ini menjadi renungan dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sebaik-baiknya oleh semua elemen bangsa dan Negara ini. Sehingga masyarakat baldatun thoyibatun wa Robun ghafur akan terwujud. (Sarono P Sasmito)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster