KPU Diminta Lakukan Simulasi

 236 total views,  2 views today

kotak suara yang dikirimkan oleh KPU RI untuk Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

kotak suara yang dikirimkan oleh KPU RI untuk Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

*Pendistribusian Logisktik

PALEMBANG, KS-Kekhawatiran masyarakat terhadap kotak dan bilik suara, yang terbuat dari kardus kedap air membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan (Sumsel), angkat bicara. Ketua Bawaslu Sumsel, Andika Pranata Jaya meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, untuk melakukan simulasi pendistribusian logistik untuk memastikan kemanan kotak dan bilik sampai tujuan.

“Spesifikasi kotak dan bilik memang sudah ditentukan secara nasional, tapi harus di fahami Sumsel banyak daerah perairan, ini menjadi potensi rawan. Sehingga sebelumnya harus dilakukan simulasi pendistribusian logistik terlebih dahulu,” kata Andika ketika dihubungi, Minggu (14/1).

Hal senada disampaikan Komisioner Bawaslu Sumsel Divisi Pengawasan, Kurniawan. Menurutnya, bilik dan kotak suara yang terbuat dari kardus, sangat mengkhawatirkan terutama saat pendistribusian ke daerah perairan rentan terjadi insiden dan kerusakan.  “Kita juga mengkhawatirkan penyimpanan di gudang KPU kabupaten/kota, yang belum layak dan belum aman,” Kurniawan.

Karenanya Bawaslu sebutnya, sudah meminta KPU Sumsel untuk mengintruksikan KPU kabupaten/kota lebih mengutamakan kemanan dan mengantisifasi ketusakan atau kehilangan logistik.  “Saat pendistribusian nanti, benar-benar di-packing serapi mungkin hingga anti air,” pintanya.

Sejumlah calon anggota legislatif (caleg), mengkuatirkan penggunaan kotak dan bilik suara yang terbuat dari bahan kardus tersebut.  Caleg DPRD Sumsel dari daerah pemilihan (dapil) Sumsel 1, Anita Noeringhati menyebut, kebijakan penyelenggara pemilu dengan menggunakan kotak dan bilik suara dari kardus, menunjukan ketidak maksimalan penyelenggara untuk menjaga surat suara, yang nilainya sangat mahal.

”Sebagai caleg, saya merasa sangat khawatir dengan kondisi tersebut. Kalau alasannya penghematan, kenapa pemerintah tidak menggunakan logistik yang lama yang jelas lebih kokoh. Pemerintah cukup menambah kekurangannya saja tanpa harus pengadaan seluruhnya,” ujar Anita.

Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan, kualitas logistik lama lebih tahan dan lebih aman. ”Kalau dari kardus, walau telah dilapisi dengan lilin tetap mengkhawatirkan. Soalnya kotak suara itu akan dibawa kemana-mana, belum lagi kalau ada persoalan semua isi kotak akan dihitung ulang. Persoalannya, apakah kotak tersebut cukup mampu untuk dibawa kemana-mana. Oleh sebab itu, kami minta KPU meninjau ulang kebijakan tersebut. Kalau tetap dilaksanakan, kami minta jaminan keamanan,” ujarnya.

Sebelumnya, KPU Sumsel memastikan kotak dan bilik suara yang akan digunakan pada Pileg nanti aman dan kedap air. Sehingga masyarakat jangan khawatir karena spesifikasi kotak dan bilik sudah sesuai secara nasional.

“Untuk daearah perairan kita memperbolehkan KPU kabupaten/kota menggunakan kotak dan bilik lama yang terbuat dari alumunium. Sedangkan yang kardus kedap air digunakan di daerah daratan dan tidak masuk kategori rawan,” kata komisioner KPU Sumsel Divisi Logistik dan Keuangan, Heni Susanti.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster