Honorer Gunakan Pakaian Hitam Putih

 253 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG, KS-Suasana berbeda terlihat di lingkungan Sekretariat Daerah (Sedta) Palembang, Senin (13/1), hal tersebut di karenakan, tenaga kontrak atau tenaga honorer di lingkungan Sedta Kota Palembang, menggunakan pakaian dinas baru yakni pakaian hitam putih.

Padahal biasanya mereka menggunakan pakaian yang sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setda Palembang, Yan Sabar Sihotang mengatakan, pakaian hitam putih tersebut, adalah pakaian wajib yang dikenakan tenaga honorer.

“Seluruh tenaga kontrak di Setda Palembang yang diperpanjang kontrak kerja, kedepan harus menggunakan pakaian dengan atas putih, dan bawahan hitam,”ungkap Yan, usai menghadiri penandatangan perpanjangan kontrak bagi tenaga honorer, yang bertempat di halaman kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Senin (13/1).

Yan mengatakan, kebijakan agar tenaga honorer menggenakan pakaian hitam putih atau dibedakan dengan PNS, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Sementara untuk pakaian dinas untuk PNS sebutnya, tidak ada perubahan yakni warna hijau dan coklat.

“Selama ini kita masih susah membedakan, mana tenaga kontrak mana PNS, oleh sebab itu kedepannya akan digunakan pakaian tersebut, walaupun nantinya untuk pakaian tenaga kontrak ini akan di anggarkan dengan pakaian hitam putih di tambah lambang Pemkot Palembang,” ujarnya.

Yan berharap, dengan diperpanjangnya kontrak kerja baru ini, tenaga kontrak ini kedepannya semakin memacu diri, untuk dapat bekerja dan mampu bersinergi dengan PNS yang ada di Palembang. “Tugasnya adalah membantu kinerja pemerintah agar lebih baik lagi, jangan sampai ada tenaga kontrak yang bermalas-malasan,”harapnya.

Selain itu Yan menambahkan, tenaga kontrak juga berkewajiban untuk mentaati peraturan undang-undang tentang kepegawaian. Khususnya di lingkungan Pemkot Palembang. “Seperti, masuk dan pulang kerja sesuai jam yang di tentukan, mengisi daftar hadir, mentaati disiplin pegawai, dan peraturan-peraturan lainnya,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang warga Jakabaring Palembang, Syamsul (46) mengatakan, mau PNS ataupun tenaga kontrak, pelayanan terhadap masyarakat tetap diutamakan.

“Masalah kinerja, belum tentu PNS lebih pintar ataupun memahami, bisa jadi tenaga kontrak yang lebih berkompeten, kami sebagai masyarakat berharap pelayanan cepat dan mudah, jangan malah di persulit,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster