Talang Ubi “Banjir” Sampah

 260 total views,  2 views today

Tumpukan Sampah Di Pasar Inpres Pendopo.

Tumpukan Sampah Di Pasar Inpres Pendopo.

-Seminggu Diguyur Hujan

PALI | KS-Hujan yang terus mengguyur di Bumi Serepat Serasan dalam dua minggu terakhir menimbulkan masalah tersendiri.

Bukan hanya genangan air, akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah rusak parah. Hal itu menyebabkan sampah di Talang Ubi, ibukota Kabupaten PALI tidak bisa diangkut.

Alhasil, tumpukan sampah nampak menghiasi setiap pojok jalan. Selain menimbulkan penyakit, keberadaan sampah tersebut  membuat kota menjadi kumuh.

Seperti yang terjadi di Pasar Inpres Pendopo, tumpukan sampah justru membanjiri badan jalan. Bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah menyeruak sampai ke ujung jalan.

Demikian juga dibeberapa titik di jalan protokol. sampah yang diwadahi warga dalam kantong kresek plastik dan karung plastik tampak bergantungan dipagar warga. Bahkan dibeberapa tempat sampah itu tergeletak di tanah.

Bukan itu saja, di depan kantor Lurah Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi, beberapa karung sampah menumpuk seperti gunung.

Ironisnya lagi, RSUD Talang Ubi yang seharusnya bersih dari sampah, kini terlihat tumpukan sampah sampai menggunung di depan rumah sakit. Hal itu lantaran tidak bisa lagi ditampung bak sampah yang berkapasitas besar. Tumpukan sampah rumah sakit itu dibungkus kantung plastik.

“Entah kenapa, petugas sampah belum mengambilnya pak. Biasanya setiap hari mereka mengambilnya” kata petugas keamanan yang berjaga di ruang UGD.

Rukmini, warga Gang Masjid mengatakan, hampir satu pekan, sampah-sampah tersebut tergeletak di sisi jalan “Sudah hampir seminggu, tidak ada yang ngambilnya. Katanya sih, jalannya rusak,” tuturnya.

Demikian juga diungkapkan Paino, warga Jalan Merdeka Talang Ubi. Kepada Kabar Sumatera ia mengaku sudah seminggu sampah tidak diambil para pengangkut. “Biasanya sih tiap hari. Entah kenapa ini kok numpuk. Padahal warga dibelakang sini buang sampahnya disini. Kalo numpuk seperti ini bau lho mas.

Menurutnya, jalan menuju tempat pembuangan rusak, sehingga mobil tidak bisa membuang sampah di TPA. “Tetapi seharusnya, pemerintah memikirkan alternatifnya. Kalau dibiarkan terus begini bisa-bisa menyebarkan penyakit,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan Talang Ubi, Yenni Rahmah BA, mengungkapkan, menumpuknya sampah di Talang Ubi  disebabkan hujan yang turun setiap hari selama seminggu terakhir. Hujan yang terus mengguyur menyebabkan jalan menuju TPA rusak parah sehingga tidak bisa dilalui truk sampah.

“Jalannya rusak parah mas. Kemaren kita paksakan truk masuk kesana, malah tidak bisa keluar lagi” jelas Yenni.

Menurut Yenni, bawahannya sudah berusaha gotong royong memperbaiki jalan tersebut dengan cara memasang kayu-kayu yang disusun melintang. Namun tetap saja truk sampah tidak bisa masuk ke lokasi itu.

“Bingung mau dibuang kemana sampahnya Mas. Sekarang saja truk sampah bermuatan penuh sampai harus menginap dirumah saya. Ndak tahu mau dibuang kemana,” tambahnya.

Pantauan KabarSumatera, jalan menuju TPA yang terletak di KM 8 sudah ditimbun menggunakan Sirtu (pasir campur batu). Namun tetap saja menyisakan kubangan lumpur sehingga sulit untuk dilalui.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster