Pagaralam Minim Dokter Hewan

 1,540 total views,  2 views today

Ilst. Antarafoto.com

Ilst. Antarafoto.com

PAGARALAM  KS-Sejauh ini, masalah kesehatan harus dipandang sebagai masalah kesehatan seutuhnya dengan  memerlukan pendekatan paradigma. Hal ini mengandung implikasi pentingnya penyelesaian masalah kesehatan hewan secara tuntas dan berkesinambungan dalam suatu sistem kesehatan hewan nasional. Pada hakikatnya upaya kesehatan, termasuk kesehatan hewan, merupakan tanggung jawab bersama.

Terkait hal itu, di Kota Pagaralam hingga kini baru memiliki 3 petugas kesehatan hewan atau tergolong minim dokter hewan. Namun, pelayanan dalam memonitor kesehatan hewan ternak atau peliharaan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Kadisnakkan) Kota Pagaralam Sukman SE, MM, melalui Kepala UPTD Puskeswan Zatarna SP, Ahad, (12/1).

Kata Zatarna, saat ini pihaknya baru memiliki tiga tenaga dokter hewan, dua diantaranya PNS dan satunya lagi berstatus tenaga harian lepas (THL) yang merupakan honorer pusat. Minimnya petugas kesehatan hewan tersebut, dipandang perlu untuk dilakukan penambahan lagi.

“Setidaknya  ada satu dokter hewan yang ditugaskan di tiap-tiap kecamatan se-Kota Pagaralam. Sementara dari lima kecamatan yang ada, baru terdapat satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), sebagai perpanjangan tangan dinas yang berlokasi di Selangis, Kecamatan Dempo Tengah,” jelasnya.

 

Selain itu, kata Zatarna,  untuk pelayanan kesehatan seperti penanggulangan penyakit rabies pada hewan yang dipelihara masyarakat, terkadang langsung terjun ke lapangan ke rumah warga. Sebagian lagi memang ada yang sengaja datang ke kantor membawa hewan peliharaannya atau ke UPTD.

“Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, tahun 2013 ada sekitar 1.500 ekor hewan peliharaan divaksin rabies dan 150 ekor anjing liar terpaksa dimusnahkan pada 2011 silam. Sedangkan yang telah dilakukan penyuntikan sekitar 950 ekor hewan rabies, seperti anjing, kucing dan kera yang dipelihara masyarakat, yang tersebar di lima kecamatan,” ujarnya seraya berujar hingga kini pihaknya tengah berupaya melakukan pelayanan kesehatan hewan, terkait penyakit ternak atau peliharaan milik masyarakat.

Sementara itu, Dayat, pemilik hewan peliharaan anjing mengatakan, ia sudah beberapa kali membawa hewan peliharaannya untuk dilakukan penyuntikan vaksin rabies.

“Memang pelayanan kesehatan hewan pada UPTD Puskeswan Disnakkan yang berlokasi di Dusun Selangis belum begitu optimal. Hal itu kemungkinan masih minimnya petugas yang ada,” singkatnya.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster