Derita Uthik, Undang Simpati Caleg

 270 total views,  2 views today

Yesi, orang tua Uthik penderita gizi buruk saat menerima bantuan dari perwakilan Jonedi, sa;ah satu caleg di Kabupaten PALI

Yesi, orang tua Uthik penderita gizi buruk saat menerima bantuan dari perwakilan Jonedi, salah satu caleg di Kabupaten PALI

PALI | KS-Derita yang dialami Uthik, bayi berusia tiga bulan yang mengalami gizi buruk mengudang simpatik berbagai kalangan termasuk calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Adalah Jonedi, calon anggota DPRD Kabupaten PALI asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  langsung terhenyak melihat keadaan bayi yang berasal dari Jerambah Besi Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi ini.

Jonedi yang diwakili tim pemenangannya memberikan bantuan bingkisan yang diterima Yesi, ibunda Uthik di ruang HCU RSUD Talang Ubi, Minggu (12/1).

“Jangan dilihat jumlahnya, harapan pak Jonedi bisa meringankan beban ibu. Pak Jonedi ingin berbagi dengan ibu Yesi. Dirinya ikhlas mengulurkan tangan guna membantu meringankan beban,” Maman, perwakilan Jonedi.

Arsan, suami Yesi yang hari itu kebetulan hadir menuturkan, dirinya sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Jonedi. Arsan mengaku, selama ini ia tidak bisa menemani istrinya karena ia harus mencari uang.

“Kebetulan ada upahan nebas kebun tetangga. Jadi kalau pagi saya menyelesaikan upahan saya,” kata Arsan.

Arsan juga mengungkapkan, kalau malam ia berburu babi hutan. “Hari ini saya tidak bisa bawa uang untuk istri, karena semalam tidak dapat babi untuk dijual,” urainya.

Tiga hari lalu, Arsan sempat mengantungi uang Rp 250.000,- hasil menjerat babi. “Dapat anak babi dan saya jual ke desa Babat. Makanya tempo hari bisa bawa uang buat istri,” jelasnya.
Kenekatan Arsan inilah yang membuat Nasarudin, kepala dusun Jerambah Besi kesal. Menurut Nasarudin, sifat Arsan sangat tertutup sehingga ia tidak mengetahui kalau telah terjadi sesuatu terhadap keluarga Arsan.
“Gara-gara Arsan ini, Saya sangat malu. Masa duluan pak bupati yang tahu kalau ada orang Jerambah Besi yang kekurangan gizi. Padahal saya kadusnya. Saya justru baru tahu setelah baca koran,” jelas Nasarudin.

Menurutnya, ia sempat ditegur Irwan Ibrahim Kepala Desa Karta Dewa karena tidak memberi laporan. “Saya sampai ditegur kades karena tidak melapor. Padahal saya sama sekali tidak tahu,” jelasnya.

Yang membuat Nasarudin tambah kesal, Arsan mengaku mengajak keluarganya jalan kaki selama enam jam untuk berobat menuju rumah sakit. “Dia tidak memberi kabar ke saya. Kalau tahu anaknya sakit, pasti kita antar pakai mobil. Tidak perlu jalan kaki begitu. Saya betul-betul malu dek. Seolah-olah tidak punya peri kemanusiaan” tuturnya.

Arsan sendiri mengaku sengaja tidak mengabari tetangganya perihal anaknya yang sakit. “Takut nanti merepotkan orang lain pak,” Arsan memberi alasan.

Seperti diketahui, Uthik bin Arsan (3bulan) menderita gizi buruk setelah mengalami kelainan pada mulutnya. Kelainan itu adalah karena ia menderita bibir sumbing (labiopalatoschiziz) sehingga tidak bisa menghisap ASI dari ibunya.

Karena alasan ekonomi, orang tua Uthik hanya memberi Uthik air putih dan air tajin sebagai makanannya. Akibatnya, Uthik yang dilahirkan dengan berat 3,5kg setelah tiga bulan justru menyusut menjadi 2,2kg.

Saat ini Uthik dirawat secara intensif di RSUD Talang Ubi dan ditempatkan dalam inkubator dalam kamar khusus yang diberi label HCU.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster