Daging Sapi Rp 120 Ribu per Kilo

 186 total views,  2 views today

Penjual Daging

Penjual Daging

PAGARALAM KS-Awal tahun 2014 dan diiringgi maraknya warga yang menggelar hajatan, hingga berpengharuh pada kebutuhan pokok di pasar Bumi Besemah. Seperti harga daging sapi, sejauh ini masih berada di posisi Rp 120 ribu per kilogram.

Misnawati, penjual daging sapi di Sub Terminal Nendagung kepada kabar Sumatedra, Ahad (12/1) menyebutkan, harga daging sapi hingga kini masih di posisi Rp 110-120 ribu per/kg. Sementara pasokan daging yang ada, sejauh ini tergolong sedikit, padahal sejak dua bulan terakhir permintaan konsumen terus mengalami peningkatan.

“Guna memenuhi permintaan para pedagang bakso, sate dan lainnya, setiap hari ia membutuhkan pasokan daging sapi antara 20-30 kg. Sementara warga yang hendak menggelar hajatan membutuhkan daging sapi hingga 100 kg perminggu dengan kisaran harga sekitar Rp 110-120 ribu per/Kg,” kata Misnawati.

Memasuki awal tahun ini lanjutnya, banyak warga yang menggelar hajatan.Tapi pasokan daging dari Rumah Potong Hewan(RPH) tergolong sedkit, itupun kebanyakan didatangkan dari luar daerah seperti Manna Bengkulu dan Lampung.

“Sebetulnya, kenaikan harga daging sapi tergantung persedian pasokan daging banyak atau tidak dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada. Sementara harga satu ekor sapi hingga kini terus mengalami kenaikan,” ujarnya seraya berujar kita tidak menaikan harga daging sapi secara sepihak, tapi memang persediannya sedikit di sejumlah RPH.

Aan, pedagang lainnya menuturkan, awal tahun kali ini memang pasokan daging sapi tergolong sedikit. Sementara harganya memang sudah naik, sehingga hal itu begitu berpengaruh pada sedikitnya jumlah pembeli.

“Kian hari jumlah pembeli terus menurun, sedangkan harganya terus mengalami kenaikan,” kata Aan dengan nada agak sedikit menggeluh.

Ucapnya, kenaikan harga daging sapi bukan  akal-akalan para pedagang, tetapi memang persedian di rumah potong hewan jumlahnya sedikit. “Satu ekor sapi yang ingin dipotong oleh pihak RPH, setidaknya dipesan oleh 4 orang pedang. Mengingat sejauh ini tingkat konsumsi masyarakat mengalami penurunan, kecuali para pelaku usaha bakso dan restoran,” katanya.

Terpisah, Oyik, salah satu pemilik rumah makan di kawasan Terminal Nendagung mengakui hal itu. Ia mengatakan,  harga daging sapi dalam turun satu bulan terakhir masih melambung.

“Kami tidak tahu mengapa harga daging sapi masih tetap tinggi, itupun sepertinya akan naik lagi. Kami berharap, pemerintah dapat mencari solusi terbaik agar permasalahan ini bisa diatasi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sukman SE MM didampingi Kabid Peternakan Sukman SP mengakui hal itu. Kenaikan harga kemungkinan bisa saja terjadi, karena banyaknya warga yang hendak menggelar hajatan. Sementara tingkat konsumsi daging sapi  di Pagaralam juga cukup tinggi.

“Kendati demikian, kenaikan harga bukan wewenangnya. Kami  hanya sebatas memonitor  stok daging yang ada, termasuk mengawasi rumah pemotongan hewan hingga didistribusikan ke pasar,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Meneggah dan Pengelolaan Pasar  (Disperindagkop UKM PP), Rahmat Madroh SSos mengatakan,  adanya kenaikan harga sudah sesuai dengan mekanisme pasar.

“Sejauh ini pihaknya hanya monitoring saja, karena kondisi di lapangan bisa saja terjadi adanya perubahan harga,” singkatnya.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster