Bahasa Jepang Diusulkan Masuk Kurikulum

 869 total views,  2 views today

jepang

PALEMBANG, KS-Penerapan pendidikan Bahasa Jepang di sekolah-sekolah informal, diusulkan masuk dalam kurikulum di sekolah lanjutan di Sumsel. Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jepang, Fera menilai, keberadaan bahasa Jepang sudah mulai diperlukan terutama meningkatnya kebutuhan siswa seiring perkembangan zaman.

Menurutnya, banyaknya peluang baik program pertukaran pelajaran maupun kesempatan belajar ke Negeri Sakura tersebut, membuat sekolah dirasakan perlu untuk memasukkan pelajaran Bahasa Jepang.

“Prospeknya cukup baik. Memang baru sedikit sekolah yang memasukkan mata pelajaran tersebut dalam kurikulumnya. Tapi kita harapkan, semua sekolah bisa menerapkannya, ” tegasnya saat bertemu dengan Asisten III Pemprov Sumsel, Ahmad Nadjib, kemarin.

menjelang Pelaksanaaan Workshop Sosialisasi Penerapan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran Bahasa Jepang Tingkat SMA, SMK, MA sederajat diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Jepang (MGMP Bahasa Jepang) Sumsel tanggal 3-5 Maret 2014 mendatang.

MGMP Bahasa Jepang Sumbagsel sambungnya, akan menggelar workshop pembelajaran Bahasa Jepang. Kegiatan ini, akan melibatkan guru di enam provinsi yakni Bangka Belitung, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumsel dan Lampung. “Kita ingin membahas metode yang bisa diterapkan di sekolah dalam pembelajaran Bahasa Jepang. Sehingga siswa benar-benar bisa menguasai Bahasa Jepang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi banyaknya pelajar Sumsel, yang terlibat dalam kegiatan pertukaran pelajar Indonesia-Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya itu, kuota beasiswa untuk ke negara berjuluk matahari terbit tersebut, juga cukup banyak.

Sementara, Asisten III Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Ahmad Najib menilai, pendidikan Bahasa Jepang sejak dibangku sekolah lanjutan perlu diberikan. Ia mengakui, Pemprov Sumsel mendukung penuh semua kegiatan positif sekolah, tidak hanya di Palembang, juga diseluruh kabupaten/kota yang ada. “Terlebih saat ini globalisasi kian terus menghantam kaum remaja. Jika tidak diimbangi dengan pendidikan yang baik, tentu akan terjerumus ke hal-hal yang negatif,” ujarnya.

Banyaknya siswa yang mengikuti program pertukaran pelajar, diakuinya cukup efektif. Selain menimba ilmu di negara lain, pelajar tersebut bisa memperkenalkan potensi Indonesia, khususnya Sumsel. “Budaya yang ada di Sumsel justru lebih dikenali mereka,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster