Sudah Ada Dua Penderita DBD

 292 total views,  2 views today

Grafis DBD

Grafis DBD

PALEMBANG, KS-Awal tahun 2014, tercatat sudah ada dua orang masyarakat Palembang terinfeksi demam berdarah dengue (DBD). Namun, angka tersebut, dinilai menurun dibandingkan 2013 lalu. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, dr Anton Suwindro mengatakan, kedua pasien tersebut sudah positif terkena DBD, yang di akibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti.

“Penurunannya sangat signifikan, data kami Januari tahun 2013 lalu, penderitanya mencapai puluhan, sementara sampai 10 Januari 2014 ini hanya ada dua penderita,” kata Anton dibincangi Jumat (10/1).

Anton merincikan, sepanjang tahun 2013, jumlah total penderita DBD di metropolis hanya 438 orang. Sedangkan 2012 mencapai 700 lebih penderitanya. “Kami harapkan hal yang sama, di tahun ini. Penderita DBD di 2014, kita targetkan bisa menurun, seperti di 2013 lalu. Kalau bisa zero penderita DBD di Palembang,” terang Anton.

Menurut Anton, menurunnya jumlah penderita DBD di Palembang dikarenakan gencarnya sosialisasi yang dilakukan Dinkes, untuk pemberantasan sarang nyamuk. Sosialisasi itu, dilakukan mulai dari sekolah, kelurahan, hingga kecamatan.  “Selain itu, sekarang masyarakat juga sudah sadar, betapa pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih guna menghindari sarang nyamuk,” ucapnya.

Anton mengaku, Dinkes juga melaksanakan pemantauan terhadap juru pantau jentik atau jumantik, yang melibatkan guru, masyarakat termasuk siswa. “Jurmatik sampai sekarang kami nilai cukup baik, melaksanakan pemantauan. Itu ditunjukkan dengan menurunnya penderita DBD,” ungkap Anton.

Menurutnya, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk harus rutin di lakukan, dengan cara 3M yakni menutup, menguras, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa dijadikan tempat penampungan air sehingga jentik-jentik nyamuk bisa berkembang biak.

“Cara ini, yang paling efektif untuk menurunkan jumlah penderita DBD di Palembang. Sebab pemberantasan sarang nyamuk, bisa mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak. Selain itu, warga juga harus membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat,” imbuhnya.

Anton menambahkan, kasus DBD yang paling rentan terjadi adalah pada musim penghujan, untuk Palembang sendiri biasanya berlangsung sampai Mei. “Untuk itu, kami himbau kepada masyarakat, kalau ada keluarga yang terkena demam, langsung dibawa ke rumah sakit untuk cek darah. Biar ketahuan apakah positif terkena DBD atau tidak,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster