Konflik Warga Versus TNI AU Memanas

 187 total views,  2 views today

Warga menunjukkan bangunan tiga pintu milik Muhammad Yunus, di Jalan Margo, KM 11, Rt 30, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarame, Palembang, yang dihancurkan puluhan personel TNI AU dari Lanud Palembang, Jumat (10/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Foto: Oscar Ryzal/KS

Warga menunjukkan bangunan tiga pintu milik Muhammad Yunus, di Jalan Margo, KM 11, Rt 30, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarame, Palembang, yang dihancurkan puluhan personel TNI AU dari Lanud Palembang, Jumat (10/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Foto: Oscar Ryzal/KS

*TNI AU Hancurkan Rumah Warga

PALEMBANG, KS-Konflik antara warga Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarame dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU), kembali memanas. Itu setelah puluhan anggota TNI AU dari Pangkalan Udara (Lanud) Palembang, Jumat (10/1) sekitar pukul 06.00 WIB, menghancurkan rumah warga.

Rumah yang dihancurkan itu adalah bangunan tiga pintu yang baru didirikan  di Jalan Margo, KM 11, Rt 30, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarame. Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, bangunan yang baru selesai satu bulan lalu itu dihancurkan menggunakan bodem yang dibawa oleh puluhan anggota TNI AU dari Lanud Palembang.

Muhammad Yunus (50), pemilik bangunan ketika dibincangi, kemarin mengaku saat kejadian ia dan keluarganya berada di dalam rumah mereka yang terletak persis disamping bangunan yang dirobohkan secara paksa tersebut.

Dia mengetahui bedeng tiga pintu yang baru dibangunnya itu dihancurkan, ketika mendengar suara keras. “Seperti suara orang ramai-ramai dan bunyi suara pukulan keras. Saya lihat ternyata anggota TNI AU yang menghancurkan rumah saya, Mereka ada puluhan, mengenakan seragam loreng dan membawa senjata lengkap, ” kata Yunus.

Setelah melihat rumahnya itu dirobohkan, Yunus lantas berlari dan memukul kentongan untuk memanggil warga sekitar. “Warga datang mereka langsung kabur. Sekitar dua mobil truk yang datang kesini langsung menghancurkan rumah saya pakai bodem” ungkapnya.

Sebelumnya jelas Yunus, pada Selasa (7/1) lalu, ia mendapatkan surat peringatan dari Lanud Palembang. Isinya menerangkan, kalau bangunan yang didirikannya itu berada di kawasan lahan milik TNI AU. Dalam surat itu juga, Lanud Palembang memberikan deadline sampai Jumat (10/1) kepada Yunus, untuk merobohkan sendiri bangunannya.

“Tetapi surat itu, tidak saya gubris. Karena tanah ini, saya beli dari pensiunan anggota TNI AU, Romzi pada 2003 lalu. Tanah ini, tanah saya sehingga saya berhak mendirikan bangunan dan akan mempertahankannya,” ucapnya.

Bersiaga

Sementara itu, efek dari dihancurkannya bangunan milik warga tersebut membuat kawasan Sukodadi mencekam. Pantauan Kabar Sumatera, puluhan warga berkumpul dan berjaga-jaga untuk mencegah anggota TNI AU masuk ke dalam perkampungan warga.

Kondisi yang sama juga terjadi di depan gerbang masuk, Lanud Palembang. Puluhan Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU terlihat berjaga-jaga di depan gerbang Lanud Palembang. Komandan Lanud (Danlanud) Palembang, Letkol PNB Ramot CP Sinaga saat di konfirmasi, membenarkan ada anggotanya yang melakukan penetiban terhadap rumah waga yang berdiri di lahan milik TNI AU.

Menurut Ramon, sebelum kejadian dirobohkan bangunan tersebut,  Lanud telah dulu melakukan mediasi kepada warga sekitar, kalau bangunan yang didirikan oleh warga itu merupakan lahan milik TNI AU.

“Mereka membangun diatas lahan milik Lanud, tanpa izin. Kita telah sampaikan surat Ketua RT setempat, setelah kita konfirmasi ke Ketua RT setempat ternyata ia tidak tahu adanya pembangunan diatas lahan milik kami itu,” ucapnya.

“Kami juga telah peringatkan, bahkan surat peringatan kepada pemilik bangunan agar membongkar sendiri bangunannya sudah disampaikan. Tetapi surat tersebut tidak dipedulikan, sehingga kita bongkar paksa,” tukasnya.

 

TEKS              : OSCAR RYZAL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster