Kasus Pidana Orhanda Dominan

 249 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

KAYUAGUNG I KS-Kasus tindak pidana terhadap orang dan harta benda (oharda) mendominasi kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kayuagung, kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  selama 2013.

Dari 594 berkas perkara  pidana umum (pidum) yang diselesaikan, ada 333 kasus tindak pidana  orang dan harta benda (orhanda) berkas perkara, jika dilihat dari jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2012 yang lalu. Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kayuagung Subeno SH. Menurutnya, ada sebanyak 594 kasus yang terselesaikan meliputi perkara tidak pidana orang dan harta benda (orhanda), ketertiban umum dan tindak pidana umum lainya.

“Tindak pidana seperti curat, curas dan penganiayaan sebanyak 333 kasus, kemudian ketertiban umum sebanyak 71 kasus dan tindak pidana umum lainya sebanyak 190 kasus,” terangnya, Jumat (10/1)

Dari jumlah berkas perkara pidana umum yang ditangani kejaksaan negeri, sampai sekarang tidak pidana pencurian dengan kekersan dan pencurian dengan pemeberatan masih mendominasi.

“Jika kita melihat berkas perkara curas yang masuk ke kami, sangat sadis, banyak para pelaku curas tidak segan segan melukai bahkan membunuh korbannya, salah satu kasus curas yang menewaskan dua sejoli yang ditembak kepalanya, pelakunya kita tuntut dengan pidana penjara seumur hidup,” terangnya.

Untuk kasus penganiayaan dengan pemberatan, menurut Kajari yang paling tinggi tuntutan hukumanya adalah kasus pembunuhan pasangan suami Isteri di Desa tebing Suluh, kecamatan Lempuing, OKI dengan cara di gorok di depan anak korban yang masih Balita.

“Kedua terdakwa pembunuh Suami-Isteri itu kita tuntut seumur hidup, dan tuntutan kita dikabulkan oleh majelis Hakim dengan menjatuhkan vonis terhadap terdakwa hukuman penjara Seumur hidup,” tegasnya.

Ditambahkan Kasi Pidana Umum (pidum) Ibrahim Meydi, bahwa kasus tindak pidana Orhanda merupkan pelimpahan dari Kepolisian.

“Kasus curas, curat dan anirat merupakan pelimpahan dari dua polres, yakni Polres OKI dan Ogan Ilir (OI),” tambahnya.

 

TEKS : DONY AFRIANSYAH

EDITOR :RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster