Dirjen P2KT Akan Resmikan Jembatan Trans

 945 total views,  2 views today

Jembatan rangka baja di Tanabang  Muara Kuang yang bakal diresmikan.

Jembatan rangka baja di Tanabang Muara Kuang yang bakal diresmikan.

INDERALAYA KS-Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT)  Ir. H. Jamaluddien Malik, MM akan meresmikan jembatan rangka baja yang ada di Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI). Peresmian jembatan rangka baja dengan panjang 105 meter dengan lebar 9meter yang menghubungkan antara Keluarahan Muara Kuang dengan Desa Muara Kuang ini direncanakan akan berlangsung di Muara Kuang, Kecamatan Muara Kuang pada 21 Januari 2014 mendatang.

Jembatan tersebut membentang dan membelah   Sungai Ogan dan merupakan jembatan rangka baja pertama kalinya  yang  dibangun oleh Kemenakertrans di Indonesia. Hal tersebut terkuat dalam rapat pembahasan persiapan peresmian jembatan transmigrasi di Kantor Camat Kecamatan Muara Kuang, Kamis (9/1), kemarin.

Hadir dalam rapat tersebut yaitu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi H. Wilson, S.Sos, MM, Camat Muara Kuang Erwin Sani, S.Sos, Kapolsek, Danramil, Pimpinan Puskesmas, KUA, Kacabdin Diknas, Kepala Desa se Kecamatan Muara Kuang, sesepuh Muara Kuang dan Desa Tanabang Ilir dan Tanabang Ulu H. Rusdi Malika, SH, M.Si dan tokoh masyarakat lainnya. Kepala Disnakertrans, Ogan Ilir  H. Wilson, S.Sos, MM, melalui  Kabid Pembinaan dan pengembangan Usaha Transmigrasi  Ahmad Saili, ST, Jumat (10/1), mengatakan di Desa Tanabang terdapat 250 Kepala Keluarga (KK), warga transmigrasi yang berdomisili di Unit Pemukiman Transmigrasi I, (UPT1) dan UPT2.

“Warga tersebut terdiri dari 50 persen berasal dari luar Provinsi Sumatera Selatan dan 50 persen merupakan penduduk pribumi yakni berasal dari Desa Tanabang Ulu dan Tanabang Ilir,” ungkapnya.

Lanjut Saili, selama ini masyarakat Desa tanabang Ulu dan Ilir termasuk juga warga transmigrasi untuk menyeberang dari atau akan ke kelurahan atau desa Muara Kuang menggunakan jasa ketek.

Namun, dengan selesainya jembatan ini akan mempermudahkan hubungan atau transportasi. Saili menambahkan, pekerjaan pembangunan jembatan ini di mulai tahun anggaran 2011 dengan menggunakan APBD OI yaitu berupa pemasangan tiang pancang sementara tahun 2012. Dari Kemenakertrans dibantu dua bentangan jembatan yang menggunakan dana APBN dan dilanjutkan pada tahun anggaran 2013 dengan menggunakan APBN yakni satu bentangan lagi hingga rampung dikerjakan. “Satu bentangan jembatan dengan panjang  35 m dan lebar 9meter,” ucapnya.

Saat disinggung masalah besaran anggaran pembangunan, Saili enggan berkementar karena menurutnya itu bukan wewenangnya. Sementara terkait masalah pekerjaan atau kontruksinya yang mengerjakan yaitu dinas terkait yang lebih ahli dalam hal pembangunan jembatan yaitu Dinas PUBM.

TEKS :JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR :RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster