Setiap Hari Produksi Ribuan Mie

 291 total views,  2 views today

-Rumah Produksi Mie Ilegal Digrebek-

HL-jeruji

PALEMBANG, KS – Setelah dilakukan penggrebekan terhadap rumah rumah Industri dan Produksi (Indaksi), yang memproduksi Mie Kremes Mum, di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, No 3 Kecamatan Ilir Barat I Palembang, yang tidak mempunyai izin produksi, Selasa (7/1), kemarin, kini petugas unit 1 subdit I Ditreskrimus terus melakukan pemeriksaan terhadap terungkapnya produksi makanan ringan merk Mom Me yang berlabel Tanggerang padahal dibuat di Palembang.

Dari pemeriksaan terhadap pelaku usaha berinisial YP alias wawan (46), diketahui bahwa pabrik pembuatan makanan ringan tersebut telah diproduksi selama 3 bulan.

Setiap harinya, pabrik tersebut bisa memproduksi sebanyak 200 karton berisi 115 sachet. “Mereka memasukannya ke dalam boks mobil L 300 dan diedarkan di wilayah Sumsel ini,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Eddy Purwatmo melalui Kasubdit I Indaksi AKBP Suhasto.

Lanjutnya, pemeriksaan wawan yang dilakukan petugas, masih berstatus saksi. Sekitar 30 pertanyaan yang diajukan penyidikan terrhasap Wawan yang beralamat di Jalan Segaran, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I tersebut, pemeriksaan dilakukan dari pukul 09:30 WIB hingga pukul 14:00 WIB.

Wawan diperiksa sebagai saksi atas tuduhan dugaaan telah terjadi tindak pidana memproduksi dan meperdagangankan barang yang tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa pabrik yang dijadikan lokasi produksi makanan ringan ini tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Pihaknya juga akan terus mendalami kandungan dari bahan baku makanan ringan yang diprosuksi oleh pelaku usaha ini.

“Secepatnya sample akan kita bawa ke BB POM. Karena bahan bahan bakunya kan sisa dari potongan mie instan. Kita tidak tahu bahan baku itu sudah kadaluarsa atau tidak. Kemudian makanan ringan yang mereka produksi juga tidak dibuat tanggal kadaluarsanya,” beber perwira melati dua ini.

Pihaknya juga bakal kembali mendatangi tempat kejadian perkara untuk menggali keterangan saksi dan pengumpulan data.

Terkait modus yang dilakukan pelaku, dijelaskan Kasubdit I Indaksi Polda Sumsel. Mie Kremes Mum diolah dengan bahan bekas yang tidak terpakai lagi, sepeti mie  yang tidak terpakai dikumpulkan lalu diolah kembali, kemudian oleh pelaku dikasih penyedap rasa seperti rasa kari, rasa keju, dan rasa abon, yang kemudian dikemas dengan kemasan baru.

“Kalau kita lihat kemasaannya itu komposisi tepun, gula, dan lain-lain, akan tetapi fakta dilapangan itu tidak ada bahkan itu, ada mie yang sudah jadi dan diolah kembali, kita tidak tahu apakah mie itu dalam kondisi baik atau jelek. Maka itu akan kita lakukan uji labotorium lebih dalam,” kata Suhasto.

Atas perbuatan pelaku yang membahayakan konsumen, maka pelaku dijerat dengan pasal berlapis oleh penyidik. Serta pelaku usaha dengan sengaja mengedarkan pangan tanpa izin edar.

“Sesuai pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf a jo pasal 9 ayat 1 huruf H UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 142 jo pasal 91 ayat 1 UU RI no 18 tahun 2012 tentang pangan dan atau pasal 24 jo pasal 13 jo pasal 14 UU RI No 5 tahun 1984 tentang perindustrian dan untuk itu kami menghimbau kepada masyarat untuk lebih berhati-hati lagi dalam memilih makanan untuk anak,” pungkas Suhasto.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster