Masih Ada Honorer yang Bekerja

 252 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Walau sudah mendapatkan surat pemberitahuan berakhirnya kontrak kerja, sejumlah tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, pantauan Kabar Sumatera, Rabu (8/10), masih ada sejumlah honorer yang tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa.

Sejumlah tenaga honorer di lingkungan Inspektorat Kota Palembang dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palembang misalnya, mereka masih tetap bekerja dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Kepala Inspektorat Kota Palembang, Toto Suparman saat dibincangi, kemari mengakui lima honorer yang ada di Inspektorat tetap menjalankan tugasnya.  “Di Inspektorat, ada lima tenaga honorer. Sisanya, 49 orang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Lima honorer itu, ditugaskan dibagian administrasi kepegawaian. Jika mereka di istrirahatkan, maka akan menghambat tugas kami,” kata Toto dibincangi, kemarin.

Karenanya kata Toto, lima orang honorer ini masih tetap diminta untuk masuk kerja dan melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. “Mengenai gaji mereka, biarkan itu menjadi tanggung jawab kami,” tegas Toto.

Tak hanya pertimbangan itu saja, kenapa lima orang honorer di lingkungan Inspektorat tersebut tetap diminta bekerja sementara honorer lainnya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, sudah di rumahkan. Pertimbangan kinerja ke lima orang honorer tersebut beber Toto, juga menjadi pertimbangannya.   “Selama ini, kinerja mereka baik. Bahkan lebih baik dari kinerja PNS. Persoalan evaluasi, biarkan sambil berjalan tetapi mereka tetap diperbantukan di inspektorat,” ucapnya.

Tandatangi Pakta Intergritas

Sementara itu Wali Kota Palembang, Romi Herton dibincangi terpisah menyebut bagi tenaga honorer di lingkungan pemkot yang akan diminta kembali bekerja, wajib untuk menandatangani pakta intergritas, untuk meningkatkan kinerja sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan.

“Proses evaluasi terhadap kinerja tenaga honorer, masih berlangsung. Setelah selesai, akan dilakukan pemanggilan kembali, dan mereka di wajibkan menandatangani pakta integritas,” kata Romi.

Menurut orang nomor satu di metropolis ini, evaluasi kinerja honorer sesuai dengan surat perjanjian kerja (SPK) yang dilakukan setiap tahun. Pemkot berkewajiban melakukan evaluasi, terhadap kinerja honorer sebagai langkah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan tugas dan fungsi mereka. “Memang baru kali ini dilakukan evaluasi, terhadap kinerja honorer di Pemkot Palembang. Padahal idealnya, setiap tahun dilaksanakan,” ujarnya.

Evaluasi kinerja tersebut, sambungnya, bukan langsung diasumsikan sebagai tindakan pemecatan, tetapi upaya mendorong peran aktif meningkatkan kualitas pelayanan pegawai non PNS itu.

“Walaupun ada honorer diberhentikan, itu karena hasil evaluasi menunjukan adanya tindakan yang tidak disiplin pegawai non PNS tersebut, selama bekerja. Saya juga telah menegaskan kepada seluruh kepala SKPD, jangan memecat pegawai yang memiliki dedikasi tinggi dan berintegritas,”tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster