Kotak Suara Rentan Timbulkan Masalah

 280 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Joko Siswanto menilai penggunaan bilik dan kotak suara yang terbuat dari bahan kardus pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) mendatang, rentan mengundang terjadi persoalan.

Pasalnya kata Joko, bilik dan kotak suara yang terbuat dari kardus tersebut selain tidak tahan air, juga mudah rusak. “Kondisi ini, sangat riskan. Apalagi banyak daerah di Sumatera Selatan (Sumsel), yang merupakan daerah perairan,” ungkap Joko yang dibincangi di Kampus Unsri, Bukit Besar, kemarin.

Tak hanya persoalan itu, menurut Joko, bilik dan kotak suara tersebut sangat mudah rusak. “Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya, kotak suara itu dibakar massa tentu seluruh surat suara juga akan hangus terbakar. Jika terjadi, tentu akan timbul persoalan lagi,” ucapnya.

Seharusnya menurut Joko, KPU tetap menggunakan bilik dan kotak suara yang dibuat dari plat logam. Sebab bahan tersebut lebih tahan lama. Pada Pemilu- Pemilu sebelumnya, bahan ini yang selalu digunakan KPU untuk bilik dan kotak suara.

“Di Pemilu sebelumnya, bilik dan kotak suara ini sudah diadakan oleh KPU. Persoalannya memang, pemeliharaannya yang kurang sehingga banyak rusak dan hilang. Namun jumlah, tidak akan terlalu banyak,” ucapnya.

Harusnya KPU terang Joko, tinggal melakukan pengadaan kekurangan bilik dan kotak suara itu saja. “Memang bilik dan kotak suara dari bahan kardus, bisa menghemat anggaran. Tetapi yang harus dipertimbangkan juga, faktor keamanan. Ini yang harus di utamakan,” ucap mantan Komisioner KPU Sumsel ini.

Sebelumnya Komisioner KPU Sumsel Divisi Logistik, Heni Susanti menyebut penggunaan bahan kardus untuk bilik dan kotak suara diambil berdasarkan kesepakatan secara nasional. “Penggunaan bahan ini, bisa menekan hingga 50 persen anggaran. Untuk keamanannya, kotak dan bilik suara tersebut akan dilapisi plastik sehingga tahan air,” jelasnya.

Nantinya sambung Heni, usai pemungutan suara, surat suara yang dimasukkan di dalam kotak suara tersebut akan dikunci dan ditempel segel sebagai jaminan kalau tidak dirusak. “Pengadaanya, memang menjadi kewenangan KPU Sumsel. KPU sudah menunjuk pemenang tender pengadaan bilik dan kotak suara ini, merekalah yang bertanggung jawab untuk mendistribusikannya ke KPU kabupaten dan kota,” bebernya.

Saat ini sebut Heni, logistik Pileg 2014 yang pengadaanya menjadi tanggung jawan KPU Sumsel yakni bilik suara, kotak suara dan sampul sudah di distribusikan ke KPU kabupaten dan kota.

“Memang masih ada yang kurang, seperti KPU Palembang yang masih kurang sekitar 100 kotak suara. Namun kekurangannya itu, sudah kita mintakan kepada pemenang tender untuk mengirimkan tambahannya. Sedangkan untuk surat suara, itu menjadi tanggung jawab KPU RI,” tukasnya.

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster