Disiplin Pegawai Mulai Meningkat

 263 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Semenjak diberlakukan kewajiban absensi setiap satu jam sekali, bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga kerja honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, ke disiplinan pegawai meningkat.

Kepala Inspektorat Kota Palembang, Toto Suparman mengatakan, dengan adanya terobosan absen per jam ini, bisa menekan angka pembolosan atau tidak masuk kerja pegawai. Artinya semenjak ada absen ini, pegawai semakin disiplin. “Selain ada absen sidik jari, pegawai juga ada absen secara manual, jadi ketahuan mana pegawai yang rajin mana yang tidak rajin,” ungkapnya, Rabu (8/1).

Sambung Toto, berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Inspektorat, saat ini pegawai yang tidak disiplin hanya ada sekitar satu persen saja dari total keseluruhan. “Sementara untuk pegawai yang kurang disiplin ini, di dominasi oleh pegawai dari kelurahan, karena absen mereka ada di kantor camat.  Ada pula pegawai yang sengaja pulang kerja, ketika atasan mereka ada rapat ataupun tugas keluar daerah,” kata Toto.

Menurut Toto, absen per jam ini memiliki banyak fungsi, misalnya, atasan bisa tahu kegiatan bawahannya, jadi ketika staf  akan keluar kantor, mereka harus izin terlebih dahulu,  kecuali untuk dinas-dinas yang yang banyak bekerja di lapangan, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Kepala SKPD juga harus mengontrol stafnya, karena setiap kepala SKPD harus melaporkan kinerja dan disiplin bawahannya setiap bulan kepada kami. Hal tersebut dilakukan, salah satu upaya untuk mendorong peningkatan disiplin pegawai dari kehadiran,” ungkapnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ucok Hidayat mengatakan, adanya absen setiap satu jam sekali ini, merupakan hasil evaluasi kinerja PNS dan tenaga honorer selama ini. Menurutnya terobosan tersebut bukan diskriminasi, melaikan agar PNS dan honorer diperlakukan sama supaya pengawasan oleh pimpinan akan makin berjalan.

“Terutama pengawasan pegawai yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, seperti di kantor kecamatan atau kelurahan. Jangan ada lagi, kantor lurah yang kosong saat jam kerja,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster