298 total views,  2 views today

1

Foto : Google Image

PALEMBANG, KS – Dinas Perkebunan (Disbun) Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama dengan Disperindag Sumsel, Disbun Kota Palembang, Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel dan lainnya sepakat untuk mengimplementasikan program bahan olah karet (bokar) bersih per 1 Januari 2014 lalu. Konsep pembinaan terbalik dalam program bokar bersih ini diupayakan dapat tercapainya persamaan persepsi, komitmen semua pemangku kepentingan untuk memperbaiki mutu bokar yang selama ini kurang baik.

Kepala Disbun Sumsel H Fakhrurrozi melalui Kepala Seksi (Kasi) Alat Mesin dan Pengolahan Disbun Provinsi Sumsel, Rudi Arpian menegaskan, program bokar bersih ini sebenarnya merupakan program nasional yang diterapkan lima provinsi seperti Riau, Jambi, Sumsel, Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara.

“Selama ini pola yang diterapkan untuk meningkatkan mutu bokar dengan melakukan pembinaan terhadap petani. Namun kini dilakukan pola pembinaan secara terbalik yakni dengan membina semua pabrik crumb rubber,”ujar Rudi, kemarin (8/1).

Menurut dia, sebanyak 26 pabrik crumb rubber yang dibawah naungan Gapkindo Sumsel bersama Disbun, Diperindag, Disbun Palembang dan lainnya menyatakan kesepakatan untuk menjalankan program bokar bersih tersebut.

Bahkan, hingga saat ini pihaknya telah melayangkan pengumuman dan surat edaran ke sebagian besar pabrik karet ditembuskan ke Disbun, Disperindag kabupaten dan kota di Sumsel.

“Masa pembinaan dimulai dari 1 sampai 30 Januari 2014. Khusus  pabrik yang membeli karet dari pedagang, maka pedagang harus memiliki surat tanda pendaftaran pedagang (STPP) yang dikeluarkan Disperindag. Sementara bagi petani yang akan menjual karet ke pabrik wajib mengantongi surat wajib meregister atau berkelompok dalam unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) yang dikeluarkan Disbun kabupaten dan kota di Sumsel,”ungkanya.

Bagi individu atau petani yang menjual karet secara pribadi ke pabrik, lanjut dia, maka pabrik secara mentah-mentah akan menolaknya. Sebab penjualan karet harus disertakan dengan STPP dan UPPB maupun surat jalan lainnya.

Dia menambahkan, sasaran kegiatan program bokar bersih ini semata-mata tercapainya hasil bokar yang bersih, bermutu sesuai dengan permintaan pasar, tercapainya harga yang proporsional bagi petani, peningkatan nilai daya saing karet nasional di pasar luar negeri dan lainnya.

“Khusus di Sumsel saat ini ada sekitar 1juta petani karet dan sekitar 800 pedagang yang menitikberatkan pada usaha perkebunan karet,”ujarnya.

Disinggung kualitas karet Sumsel yang sangat rendah, kata dia, semua itu diakibatkan kebiasaan petani yang buruk yang tidak mengikuti aturan. Padahal bibit karet Sembawa merupakan bibit karet berkualitas tinggi di kawasan Asia.

“Coba jika petani memperhatikan aturan main yang ditetapkan seperti dengan memperhatikan tata letak, teknik sadap. Teknik sadap yang baik dapat memproduksi karet hingga 30tahun. Namun jika teknik sadap tidak baik, maka usia produksi bisa menyusut hingga 15 tahun. Penyadapan pun harus dilakukan dibawah pukul 05.00WIB,”jelasnya.

TEKS : ROMI MARADONA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster