Harga Rumah Murah Naik

 296 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, kemungkinan besar akan menaikkan harga rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahap II. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Kota Palembang, Anna Heriana melalui Kepala Seksi (Kasi) Perumahan Swadaya, Andhika, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, 2014, Dinas PU CK akan membangun lagi rumah murah bagi MBR di Jalan Jaya Laksana, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I. Di lokasi itu sebelumnya, pemkot sudah membangun 147 unit rumah.

Kendati memastikan harga rumah murah tipe 36 itu tetap di bawah harga rumah selain rumah MBR, pemerintah tak bisa lagi menjamin harganya tidak naik. “ Tidak mungkin Rp 48 juta lagi. Ada kenaikan, namun belum tahu berapa,” ungkap Andhika.

Kenaikan harga rumah bagi MBR ini menurutnya, dikarenakan kenaikan harga material bangunan dan lain-lain. Karenanya Andhika, pihaknya belum bisa memastikan berapa besar kenaikan harga rumah murah tersebut.

Ia menyebutkan, dengan perkiraan harga rumah naik, otomatis angsuran untuk rumah juga naik. Untuk rumah MBR lama angsuran Rp 10 ribu per hari, untuk yang sekarang diupayakan Rp 15 ribu per hari.

“Kita akan usahakan agar kenaikannya tidak terlalu signifikan. Karena, yang menyewa rumah ini adalah dari sektor informal. Artinya, penghasilannya tidak tetap. Mudah-mudahan nanti bisa angsurannya Rp 15 ribu per hari,” ujarnya.

Ia menambakan, dinasnya juga akan meminta subsidi dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), untuk pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial bagi rumah MBR tersebut.

Sementara itu, Among, Manajer Riset dan Pengembangan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya, mengatakan, pihaknya menyiapkan lahan seluas 1,3 hektare untuk pembangunan rumah MBR tahap II. PT SP2J sendiri akan jadi penjamin di bank untuk warga yang akan membeli perumahan MBR ini.

“Kami bersama PU Cipta Karya masih menghitung berapa unit rumah yang bisa dibangun di lahan seluas 1,3 hektare, untuk type 36.  Sekarang, masih dibuat site plannya. Tapi, kemungkinan akan lebih banyak dari kepala keluarga yang tinggal di lahan tersebut sekarang, yakni 60 KK,” ungkapnya.

Ia mengatakan warga yang tinggal di lokasi tersebut bisa saja membeli rumah yang bakal dibangun pemerintah ini. “Ya, uang ganti rugi lahan yang diberi pemerintah, bisa dijadikan uang muka untuk mendapatkan rumah MBR ini,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster