Empat Tahanan Lapas Terlibat Narkoba

 307 total views,  2 views today

-Polres Buru Pemasok Ekstasi di LP-

ilustrasi (foto: Thinkstock)

ilustrasi (foto: Thinkstock)

INDERALAYA, KS – Mendekam di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP), Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, nampaknya tidak membuat Dedy, bertobat.

Justru sebaliknya, warga Desa Batu Ampar, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ini terlibat peredaran narkoba jenis ekstasi.

Tersangka Dedy tertangkap petugas lapas saat hendak menjual ekstasi kepada pelanggannya yang berada diluar lapas dengan memanjat tembok lapas.

Dari hasil pengembangan, tiga tahanan lainnya yakni Mat Husin,  warga Dusun I, Desa Penantian, Kecamatan Lempuing Jaya, OKI, Abdul Roni alias Abu dan Ahmadi  keduanya juga warga OKI, diamankan Satnarkoba Polres OI.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, pengungkapan jaringan transaksi narkoba di Lapas Tanjung Raja berawal dari terangkapnya Dedy, Jumat (3/1) lalu.

Dedy yang terlibat kasus Senjata Tajam (Sajam), dan akan menghirup udara bebas pada 24 Januari mendatang ini ditangkap petugas lapas saat memanjat tembok lapas.

Setelah diintrogasi, tahanan tersebut rupanya akan menjual ekstasi ke pelanggannya yang berada di luar lapas. Petugas lapas langsung menghubungi Satnarkoba Polres OI.

Mendapat laporan tersebut, Kasat Narkoba AKP Ihsan bersama anggota langsung meluncur ke lapas. Berkat nyanyian Dedy, polisi akhirnya menciduk Husin, Abu dan Ahmadi di dalam selnya.

Dari tangan keempatnya, petugas menyita 10 butir ekstasi yang siap diedarkan baik di luar maupun di dalam lapas. Petugas Narkoba Polres OI hingga saat ini tengah terus memburu pemasok ekstasi di dalam lapas.

Kapolres OI,  AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasat Narkoba AKP Ihsan didampingi KBO Narkoba Aiptu Alhadat, membenarkan penangkapan tersebut.

“Ya, awalnya petugas lapas menangkap Dedy karena ingin meloncat pagar untuk jual narkoba ke luar. Setelah kita lakukan pengembangan, Dedy, “nyanyi” jika ekstasi itu dari Mat Husin dan Abdul Roni. Keduanya juga dapat barang tesebut dari Ahmadi. Semuanya kita bawa ke polres berikut barang bukti,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah memburu pemasok ekstasi ke dalam lapas. “Masih kita selidiki siapa yang masok ekstasi ke lapas. Ini ada indikasi peredaran narkoba di lapas.

Melihat dari kondisi lapas Tanjung Raja dengan over load, sambungnya, sangat memungkinkan terjadi transaksi narkoba. “Ini karena  tidak sesuai jumlah petugas yang mengawasi tahanan. Tercatat hanya ada 6 orang petugas lapas dengan jumlah penghuni lapas hingga mencapai 600 lebih sedangkan kapasitasnya hanya 400 orang,” tuturnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster