Elpiji 3 Kg Ikut-Ikutan Naik

 197 total views,  2 views today

*Tembus Rp 19 Ribu- Rp20 Ribu

*Langka Dipasaran

gas-Elpiji

Foto : Bagus KS

PALEMBANG, KS – Terhitung sejak 1 Januari, PT Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kilogram (Kg). Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji non subsidi ini awalnya untuk Kota Palembang mencapai Rp 132.000 per tabung namun sejak Sabtu (4/1) lalu, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Kota Palembang menyepakati HET elpji itu menjadi Rp 124.500 per tabung atau naik Rp 50 ribu dari harga sebelumnya Rp 82 ribu pertabung.

“Terhitung hari ini HET elpiji 12 Kg di seluruh agen dalam Kota Palembang Rp 124.500 per tabung. Itu sudah disepakati oleh semua anggota Hiswana Migas dalam rapat bersama PT Pertamina,” kata Ketua Hiswanamigas Kota Palembang Alfis Syahrin, Sabtu.

Walau pun begitu, kenaikan harga elpiji tersebut tetap saja berimbas kepada masyarakat. Tak hanya masyarakat kelas menengah keatas, yang selama ini memakai elpiji 12 Kg tetapi juga masyarakat yang biasa menggunakan elpiji 3 Kg.

Pasalnya, elpiji 3 Kg kini ikut langkah. Pantauan Kabar Sumatera, Minggu (5/1), di sejumlah kawasan di metropolis, masyarakat terutama ibu rumah tangga dibuat kesulitan untuk mendapatkan elpiji 3 Kg.

Di kawasan Seberang Ulu (SU) I misalnya, warga mengaku kesulitan mendapatkan elpiji subsidi itu. Rodiah (45), warga Kertapati ini misalnya. Ia menyebut, harus keliling untuk mendapatkan elpiji 3 Kg.

“Susah carinya, yang naik kan elpiji 12 Kg. Kok elpiji 3 Kg, ikut-ikutan langkah. Kalau pun ada, harganya naik antara Rp 19.000 sampai Rp 20.000 per tabung padahal sebelumnya hanya Rp 16 ribu per tabung,” keluh ibu lima orang anak ini.

Tak hanya di kawasan SU I, di Kelurahan Pahlawan, elpiji 3 Kg juga langkah.  Indah (29), warga Jalan Letnan Simanjuntak, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Palembang mengaku, tadi ia terpaksa membeli elpiji 3 Kg dengan harga Rp 20 ribu pertabung nya.

Padahal sebut ibu dua orang anak ini, biasanya elpiji 3 Kg itu ia beli dengan harga Rp 16 ribu pertabung. “Carinya minta ampun, tadi sudah keliling ke beberapa warung tetapi semua mengaku habis. Disini juga ada agen elpiji, namun tidak beroperasi. Syukur ada satu warung yang jual elpiji 3 Kg, namun harganya Rp 20 ribu,” ucapnya.

Sementara di kawasan Sukarami, harga elpiji Rp 3 Kg mencapai Rp 18 ribu pertabungnya. Yuliana (30), warga Jalan Sukakarya, KM 8, Palembang mengaku epliji 3 Kg di tempatnya masih mudah didapatkan. “Namun harganya, sudah mencapai Rp 18 ribu pertabung. Biasanya sih Rp 16 ribu,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi  (Disperindagkop) Kota Palembang, Juni Haslansi mengatakan, Pertamina saat rapat bersama dengan Hiswana Migas sudah berjanji akan menambah stok elpiji 3 Kg, agar tidak terjadi kelangkaan akibat adanya migrasi pengguna elpiji 12 Kg ke elpji 3 Kg.

“Masyarakat tidak perlu kuatir, akan ada kelangkaan elpiji 3 Kg sebagai imbas kenaikan harga elpiji 12 Kg. Sebab Pertamina, sudah berjanji akan menambah stok. Stok elpiji untuk 2014 walau pun angkanya pastinya saya belum tahu, tetapi terbilang aman,” ucapnya.

Juni menghimbau, kepada agen dan pengecer untuk tidak mengambil kesempatan dan kesempitan. Ia meminta agen dan pengecer, tidak menjual harga elpiji diluar harga yang sudah ditetapkan.  “Silakkan mengambil untung, namun jangan terlalu besar sehingga merugikan masyarakat,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster